BARRU – Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran mengelola sampah juga harus dibangun sejak usia sekolah. Berangkat dari semangat itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program GEMAS (Gerakan Edukasi Mengelola Sampah) di MI DDI Maddo.
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Rabu (5/8/2026), Program ini menyasar siswa kelas IV dan V dengan tujuan menanamkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara benar sejak dini. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, hingga dampak buruk yang ditimbulkan apabila sampah dibuang sembarangan. Para siswa juga dikenalkan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Tak sekadar menerima materi, para siswa diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah sesuai kategorinya. Metode edukasi yang interaktif membuat suasana belajar lebih hidup. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan dan terlibat dalam setiap sesi praktik.
Koordinator Desa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Desa Tellumpanua, Muh. Xavier A.P., mengatakan edukasi lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan yang terus terbawa hingga dewasa.
“Melalui program GEMAS, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memilah dan mengelolanya dengan benar agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman. Kami berharap kebiasaan ini dapat diterapkan di rumah maupun di sekolah, bahkan ditularkan kepada keluarga dan teman-teman,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan besar dalam mengatasi persoalan sampah dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, sekolah dinilai menjadi tempat strategis untuk membangun karakter peduli lingkungan sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WITA tersebut ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN, guru, dan seluruh peserta. Melalui program GEMAS, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menjadi pelopor budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.(Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Atikah Firdaus (Mahasiswa FKM Unhas)













