MAKASSAR — Gerakan kebersihan dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 digelar serentak di Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Minggu (20/9/2026).
Kerja bakti yang dimulai pukul 06.30 WITA tersebut dipimpin langsung Lurah Bitowa, Fathurahman Datu, A.Md., bersama jajaran staf kelurahan, Ketua RT/RW dan Satgas Kebersihan.
Sejumlah titik menjadi sasaran pembersihan, di antaranya kawasan Ruko BBC hingga sekitar Waduk Tunggu Pampang. Petugas dan warga membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang got dan drainase.
Selain mengangkut sampah, peserta kerja bakti juga melakukan pemangkasan ranting pohon dan rumput yang tumbuh di pinggiran kanal Waduk Tunggu Pampang.
Kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI melalui Surat Nomor P.2109/A/PLB.2.1/09/2026 tentang Dukungan Kegiatan World Cleanup Day Indonesia Tahun 2026.
Gerakan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung program Indonesia Bersih 2029 dan upaya meningkatkan capaian penilaian Kota Bersih Adipura.
Lurah Bitowa Fathurahman Datu mengatakan, kegiatan WCD tidak boleh dipandang sebatas agenda bersih-bersih yang dilakukan secara serentak. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
“World Cleanup Day bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi momentum membangun kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Fathurahman.
Ia menegaskan, lingkungan yang bersih dan sehat tidak dapat diwujudkan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi lingkungan.
Fathurahman juga mengajak warga Bitowa menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kerja bakti.
“Jangan hanya membersihkan lingkungan pada saat kegiatan berlangsung. Mari menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari, dimulai dari lingkungan rumah, kemudian RT/RW hingga fasilitas umum,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran tersebut dapat tumbuh dari masing-masing individu. Sebab, tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan konsisten dinilai dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, kenyamanan serta kualitas hidup masyarakat.
“Lingkungan bersih dimulai dari kesadaran setiap individu. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi apabila dilakukan bersama-sama dan secara konsisten, akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya. (4r5)













