TORAJA UTARA — BKMT Toraja Utara tak ingin kiprahnya berhenti di mimbar pengajian. Sejak hadir di daerah itu pada 2002, organisasi yang menghimpun majelis taklim tersebut terus memperluas peran ke berbagai bidang sosial kemasyarakatan.
Kiprah itu turut dibawa ke tingkat nasional melalui keikutsertaan BKMT Toraja Utara dalam Muktamar X dan Milad ke-45 BKMT di Jakarta, 24–25 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, BKMT Toraja Utara mewakili Sulawesi Selatan dalam defile dengan mengenakan busana adat Toraja.
Bagi Ketua BKMT Toraja Utara, Hj. Becce Mansyur, S.Pd.I, kehadiran di forum nasional bukan sekadar menjalankan agenda organisasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang memperkenalkan Toraja Utara dan menunjukkan kontribusi organisasi perempuan Muslimah di daerah.
“BKMT bukan hanya organisasi berbasis mimbar. Kita juga ingin dikenal sebagai bagian dari organisasi Muslimah yang hadir dan berkiprah di daerah, termasuk dalam pemberdayaan umat dan masyarakat,” ujar Hj. Becce.
Menurutnya, pengajian dan kajian Islam tetap menjadi bagian penting dari kegiatan BKMT. Namun, pembinaan umat harus berjalan beriringan dengan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui pelayanan umat di rumah sakit serta pembinaan pengurusan jenazah bagi umat Islam di Toraja Utara. BKMT juga terlibat dalam isu keluarga dan perlindungan anak melalui pengembangan Masjid Ramah Anak.
Program tersebut dijalankan bersama yayasan dan lembaga pendidikan Islam, mulai tingkat PAUD hingga madrasah di Rantepao. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung pendidikan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, BKMT Toraja Utara juga aktif bersinergi melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bersama organisasi perempuan lainnya.
Sinergi tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, peringatan Hari Ibu, Hari Kartini serta kegiatan lain bersama GOW, pemerintah daerah dan TP PKK.
“Toraja Utara memiliki masyarakat yang beragam. Karena itu, kita harus membangun sinergi dan bekerja bersama dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” katanya.
Hj. Becce menilai keberadaan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana organisasi mampu menghadirkan manfaat bagi umat dan masyarakat.
“Kontribusi BKMT tidak hanya sebatas pembinaan majelis taklim. Lebih luas lagi, bagaimana organisasi ini menjalankan fungsi dan tujuannya untuk membantu umat dan masyarakat,” ujarnya.

Bawa Nama Toraja ke Forum Nasional
Keikutsertaan BKMT Toraja Utara dalam Muktamar X dan Milad ke-45 BKMT menjadi pengalaman penting untuk melihat perkembangan organisasi dalam lingkup nasional.
Bersama delegasi Sulawesi Selatan, BKMT Toraja Utara tampil dalam defile dengan mengenakan busana adat Toraja. Identitas budaya tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan Toraja kepada pengurus BKMT dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita membawa nama Toraja. Bukan hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa di daerah kita ada keberagaman dan ada sinergitas dalam pemberdayaan masyarakat,” tutur Hj. Becce.
Ia berharap pengalaman dan pembelajaran dari forum nasional tersebut tidak berhenti sebagai catatan perjalanan organisasi. Semangat itu akan dibawa pulang untuk memperkuat kiprah BKMT di Toraja Utara.
Ke depan, BKMT Toraja Utara akan terus memperkuat pembinaan majelis taklim, pemberdayaan umat dan perempuan, pelayanan sosial, perlindungan anak serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi perempuan lainnya.
Perjalanan sejak 2002 menjadi bagian dari sejarah BKMT Toraja Utara dalam mendampingi majelis taklim sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dari Toraja Utara, kiprah itu kini dibawa ke ruang nasional. Pesannya jelas: BKMT tidak hanya hadir untuk menjalankan program keagamaan, tetapi juga membangun sinergi dan memberi manfaat nyata bagi umat, masyarakat, dan daerah. (4nny)














