PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • Selamat Memperingati Hari Listrik Nasional ke-81, 27 Oktober 2026, dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar di Bidang Psikologi Pendidikan, Fikih, dan Hadis • Korwil Turatea Pertanyakan, Siapa Berwenang Geser Kepala Sekolah? • Wamendag Hadiri KMI 2026 di Makassar, Dorong Ekspor Musik Indonesia ke Pasar Global • PKUMI Perkuat Kapasitas 54 Mahasiswa Indonesia di Mesir, Tekankan Adaptasi Sosial dan Literasi Keuangan • Kasus 600 Zak Pupuk Bersubsidi, Polres Bone Tetapkan Dua Tersangka • Mazda Ramaikan GIIAS Makassar 2026, Bawa Tiga Model Unggulan dan Diskon hingga Rp100 Juta • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • Selamat Memperingati Hari Listrik Nasional ke-81, 27 Oktober 2026, dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar di Bidang Psikologi Pendidikan, Fikih, dan Hadis • Korwil Turatea Pertanyakan, Siapa Berwenang Geser Kepala Sekolah? • Wamendag Hadiri KMI 2026 di Makassar, Dorong Ekspor Musik Indonesia ke Pasar Global • PKUMI Perkuat Kapasitas 54 Mahasiswa Indonesia di Mesir, Tekankan Adaptasi Sosial dan Literasi Keuangan • Kasus 600 Zak Pupuk Bersubsidi, Polres Bone Tetapkan Dua Tersangka • Mazda Ramaikan GIIAS Makassar 2026, Bawa Tiga Model Unggulan dan Diskon hingga Rp100 Juta •
Media Kampus

UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar di Bidang Psikologi Pendidikan, Fikih, dan Hadis

15
×

UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar di Bidang Psikologi Pendidikan, Fikih, dan Hadis

Sebarkan artikel ini
Guru Besar UINAM
Prosesi pengukuhan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II Samata, Kabupaten Gowa, Kamis (29/10/2026).

GOWA — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II Samata, Kabupaten Gowa, Kamis (29/10/2026).

Ketiganya berasal dari bidang keilmuan berbeda, yakni psikologi pendidikan agama Islam, fikih hadhanah, dan hadis ahkam. Pengukuhan ini sekaligus memperkuat kepakaran akademik UIN Alauddin Makassar dalam bidang pendidikan, hukum Islam, dan kajian hadis.

Tiga akademisi yang dikukuhkan masing-masing Prof. Dr. Ulfiani Rahman, S.Ag., M.Si., sebagai guru besar bidang Psikologi Pendidikan Agama Islam; Prof. Dr. Rahma Amir, M.Ag., dalam bidang Fikih Hadhanah; serta Prof. Dr. H. Abdul Rahman Hi. Abdul Qayum, M.Ag., dalam bidang Hadis Ahkam.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ketiga akademisi tersebut. Ia menilai reputasi dan perjalanan akademik mereka menjadi bagian penting dalam pengembangan institusi.

“Kami di UIN Alauddin sangat bangga dengan reputasi ketiga guru besar ini,” kata Hamdan, sebagaimana diberitakan Bentara.co.

Dalam sambutannya, Hamdan juga mengingatkan bahwa pencapaian seorang guru besar tidak terlepas dari dukungan keluarga. Peran orang tua, mertua, pasangan, hingga anak-anak menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dilalui seorang akademisi untuk mencapai puncak karier akademiknya.

Salah satu pidato ilmiah yang disampaikan dalam prosesi tersebut mengangkat isu sosial yang menjadi perhatian publik. Prof. Abdul Rahman Hi. Abdul Qayum membawakan pidato berjudul “Isu LGBT antara Fenomena Alamiah dan Realitas Sosial: Telaah Kritis Hadis Ahkam”.

Kajian tersebut membahas isu LGBT melalui perspektif hadis Nabi, hukum Islam, psikologi Islam, kesehatan, serta realitas sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teks hadis terkait perilaku seksual dan moralitas, serta wawancara dengan sejumlah ahli.

Tema tersebut memperlihatkan upaya kajian hadis ahkam dalam merespons persoalan kontemporer yang bersinggungan dengan agama dan kehidupan sosial. Pembahasannya memerlukan ketelitian dalam menempatkan perspektif normatif keagamaan, temuan ilmiah, dan konteks sosial agar tidak menghasilkan kesimpulan yang mengabaikan perbedaan pendekatan.

Sementara itu, kepakaran Prof. Ulfiani Rahman dalam Psikologi Pendidikan Agama Islam berkaitan dengan dimensi psikologis dalam proses pendidikan agama. Adapun bidang Fikih Hadhanah yang ditekuni Prof. Rahma Amir berhubungan dengan ketentuan hukum Islam mengenai pengasuhan anak.

Kedua bidang tersebut memiliki relevansi dengan persoalan pendidikan, keluarga, dan pembinaan masyarakat. Pengembangan keilmuannya diharapkan dapat memperkaya kajian akademik sekaligus memberikan sumbangan bagi penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prosesi pengukuhan turut dihadiri sejumlah tokoh Sulawesi Selatan, di antaranya pengusaha HM Aksa Mahmud, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta mantan Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan Ilham Arief Sirajuddin. Sejumlah guru besar, akademisi, dan tamu undangan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Bertambahnya tiga guru besar menjadi capaian akademik bagi UIN Alauddin Makassar. Namun, pengukuhan bukan sekadar penanda pencapaian gelar, melainkan juga tanggung jawab untuk terus mengembangkan penelitian, meningkatkan mutu pengajaran, memperluas publikasi ilmiah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Indri (Mahasiswa UINAM)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com