PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut KemitraanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut Kemitraan
EntertainmentHiburanViral

Dianggap Menghina Islam, Drama Korea ‘Man Who Dies To Live’ Terancam Diboikot

605
×

Dianggap Menghina Islam, Drama Korea ‘Man Who Dies To Live’ Terancam Diboikot

Sebarkan artikel ini

ENTERTAIMENT – Ada beberapa unsur yang biasanya dimasukkan ke dalamnya, seperti humor, kisah sedih, bahkan unsur agama. Namun sayangnya, ada drama korea yang dianggap menyalahgunakan simbol agama hingga dianggap menghina.

Seperti Drama Korea terbaru dengan judul ‘Man Who Dies to Live’, Drama ini masuk dalam drama terbaru dengan rating yang cukup baik.

Drama ini diperankan oleh Choi Min Soo, Kang Ye Won, dan Shin Sung Rok, drama ini berlatar belakang Negara Timur Tengah. Diceritakan bahwa Jang Dal-gu, yang diperankan Choi Min Soo ialah pria Korea yang pindah ke Arab Saudi dan berganti nama menjadi Sid Fard Ali. Tak ayal, drama ini juga menampilkan kehidupan pemerannya di Arab Saudi.

Namun siapa sangka, jika drama pengganti ‘Ruler: Master of the Mask’ ini mendapat kecaman karena dianggap menghina umat Islam. Netizen yang menyadari bahwa adegan dalam drama ‘Man Who Dies to Live’ dianggap berbanding terbalik dari kenyataan, dan telah menghina agama Islam.

Pada episode 1-2, Drama ini menayangkan dua wanita yang memakai bikini dan memakai hijab di kepalanya. Hal ini membuat netizen dari berbagai negara khususnya umat islam menjadi geram. Alhasil fans internasional meminta pihak MBC untuk berhenti menayangkan drama terbaru mereka. (*/ald)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com