PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut KemitraanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut Kemitraan
Tekno

Teknologi Baru, University of Washington Ciptakan Ponsel Tanpa Baterai

462
×

Teknologi Baru, University of Washington Ciptakan Ponsel Tanpa Baterai

Sebarkan artikel ini

TEKNO- Sekelompok peneliti di University of Washington di Seattle bekerja dengan menggalang sejumlah kecil tenaga dari sinyal radio, dikenal sebagai frekuensi radio atau gelombang ‘RF’.

Temuan itu mungkin tidak sepadan dengan temuan teknologi telepon oleh Alexander Graham Bell, tetapi kedua peneliti di University of Washington, Shyam Gollakota dan Vamsi Talla, mengatakan terobosan mereka itu luar biasa.

“Ponsel tanpa baterai ini lompatan besar dalam hal kemampuan piranti bebas baterai karena kini ada piranti streaming yang bisa terus berbicara sambil menerima data, yang pada dasarnya adalah telepon,” kata Gollakota.

Bukankah ponsel membutuhkan banyak tenaga listrik untuk beroperasi tanpa baterai?

“Iya! Betul. Ponsel biasa membutuhkan ratusan miliwatt listrik saat melakukan panggilan. Jadi, tidak mungkin membuat piranti seperti itu betul-betul bebas baterai. Yang kami lakukan, sebagai tantangan pertama, adalah menurunkan kebutuhan akan listrik yang besar itu,” imbuh Talla.

Begitu berhasil, terciptalah telepon yang bisa memanfaatkan energi elektromagnetik yang berdetak di sekitar kita dalam bentuk gelombang frekuensi radio atau RF.

“Gelombang RF ada di sekitar kita, misalnya, stasiun FM menyiarkan gelombang radio, juga stasiun AM, stasiun TV, menara ponsel, semua memancarkan gelombang RF,” ujar Talla.

Telepon tadi pada dasarnya menggunakan semua energi di sekitar kita itu. Kita tidak bisa melakukan semua yang bisa kita lakukan dengan ponsel pintar saat ini, tetapi setidaknya jika baterai ponsel mati, bukan berarti kita tidak bisa dihubungi.

“Pada masa depan, semua ponsel pintar akan dilengkapi wahana bebas baterai yang memungkinkan kita setidaknya melakukan panggilan ketika baterai ponsel mati,” lanjut Talla.

Dengan konsep ini sudah terbukti, kedua peneliti kini mengupayakan peningkatan produk, memungkinkan pengiriman pesan atau penjelajahan dunia maya tanpa baterai.

“Kami sangat gembira atas teknologi ini dan University of Washington memiliki IP untuk teknologi ini dan kami sedang berusaha untuk intinya memasarkan dan memungkinkan ponsel ini sampai ke tangan masyarakat dan menerapkan sistem ini secara lebih luas,” tambahnya.

Tim itu berharap ada produk yang siap dipasarkan dalam waktu kurang dari setahun. [voa/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com