PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Direktur Binwas Kemenaker Sebut PP 50/2012 Perlu Segera Diselaraskan dengan Standar Internasional • Lapas Bak Apartemen: Bagaimana Koruptor Bisa Jera? • DPRD Makassar Gelar Paripurna Ketujuh, Bahas Jawaban Wali Kota soal Perubahan APBD 2026 • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Direktur Binwas Kemenaker Sebut PP 50/2012 Perlu Segera Diselaraskan dengan Standar Internasional • Lapas Bak Apartemen: Bagaimana Koruptor Bisa Jera? • DPRD Makassar Gelar Paripurna Ketujuh, Bahas Jawaban Wali Kota soal Perubahan APBD 2026 • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat •
Makassar

Banjir Jadi Ajang Adu Domba, Wali Kota Danny: Stop Hoax dan Fitnah

688
×

Banjir Jadi Ajang Adu Domba, Wali Kota Danny: Stop Hoax dan Fitnah

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Banjir yang tengah terjadi dimana-mana ini membuat masyarakat Kota Makassar sedikit resah dan cenderung menyalahkan apa yang telah ada.

Padahal jika diterawang lebih dalam banjir ini diakibatkan oleh perubahan cuaca di belahan dunia yang cukup ekstrim. Dimana secara terus menerus beberapa hari terakhir terjadi dan menimbulkan dampak pada masyarakat yang berada dalam lingkungan daerah tropis.

Olehnya itu, kejadian ini banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba masyarakat dan membuat berita atau kabar hoax secara bersamaan mengingat Pilkada telah mendekati waktunya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan banjir ini harus penanganan tekhnik yang diperbaiki bukan penanganan politik.

Ia pun sempat kecewa karena dituding menyalahkan Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.

“Saya kemarin sudah turun di beberapa titik rawan berjalan ditengah banjir seperti di Paccerakkang. Dan saya bilang ini memang tempatnya air, mana lagi ada air kiriman dari Maros dan Gowa. Nah, malah diplesetkan kalau saya salahkan ini Maros dan Gowa. Lantas saya harus jawab apa? Memang ini air dari Irian Jaya? Kan tidak masuk akal,” ucap Danny usai shalat Jumat berjamaah di Kecamatan Biringkanaya, Jumat (22/12/17).

Kata Danny, perbuatan penyebaran berita hoax yang kian marak itu didalam agama disebut Fitnah. “Kalau banyak yang fitnah saya terserah. Tapi saya jamin tak akan balik memfitnah mereka. Ini sebuah ujian untuk kita naik kelas,” sebutnya.

Danny juga menyebutkan oknum seperti itu merupakan orang yang tak punya prestasi untuk disebar ke masyarakat.

Danny menambahkan, persoalan banjir yang terjadi Kodam III merupakan kiriman dari sungai yang berada di Kabupaten Maros. Sehingga penyelesaiannya harus melalui koordinasi provinsi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Maros.

“Saya kira solusinya harus ada koordinasi yang baik antara semua pihak. Karena kita ketahui lokasi ini memang tempatnya air saat musim hujan. Tapi insya Allah segera kita tangani, sepertinya harus dibuat tanggul di sini,” pungkasnya.

Danny juga yakin jika masyarakat saat ini sudah memiliki rasa gotong royong yang tinggi untuk kedepan menangani faktor penyebab banjir. Seperti, membersihkan drainase yang tersumbat.

Danny pun langsung menghubungi langsung PDAM agar mengirimkan langsung air bersih ke tempat-tempat yang telah banjir. (*/alf/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com