PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • Lapas Mewah, Hukum yang Tak Lagi Setara • Distribusi LPG 3 Kg di Bone Dipertanyakan, Agen Diduga Pasok Kios hingga Penginputan NIK Berbayar • Rembuk Pendidikan Makassar Bahas Tantangan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • Lapas Mewah, Hukum yang Tak Lagi Setara • Distribusi LPG 3 Kg di Bone Dipertanyakan, Agen Diduga Pasok Kios hingga Penginputan NIK Berbayar • Rembuk Pendidikan Makassar Bahas Tantangan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi •
Nasional

Pemerintah Nyatakan Krisis Kesehatan Papua Terkendali

398
×

Pemerintah Nyatakan Krisis Kesehatan Papua Terkendali

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengatakan wabah campak dan gizi buruk yang membunuh puluhan anak-anak di Provinsi Papua selama beberapa bulan terakhir sudah terkendali, Reuters melaporkan, Selasa (6/2).

Setidaknya 72 orang, sebagian besar anak-anak, telah meninggal akibat komplikasi gizi buruk dan Campak di Asmat, daerah terpencil di provinsi paling ujung Indonesia. Menanggapi situasi tersebut, pejabat berwenang mengirimkan tenaga paramedis militer dan bantuan serta memberlakukan status ‘Kejadian Luar Biasa’ pada 15 Januari.

“Kami telah mencabut status ‘Kejadian Luar Biasa’ karena tren pada warga yang terimbas sudah menurun,” kata Kepala Asmat, Elisa Kambu, dalam pernyataannya yang diunggah di situs web kementerian.

Sekitar 650 anak telah terjangkit campak dan setidaknya 223 menderita kekurangan gizi. Lebih dari 17.300 anak telah diimunisasi, menurut pernyataan tersebut.

“Kami masih membutuhkan dukungan di Asmat, para perawat dan para dokter,” kata Kambu.

Beberapa aktivis dan warga Papua menuding krisis kesehatan diakibatkan penelantaran oleh pemerintah pusat. Papua adalah salah satu wilayah termiskin di Indonesia. Presiden Joko Widodo berjanji mempercepat pembangunan di wilayah Papua, ketika menduduki jabatan pada 2014. [voa/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com