PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-203110 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-203110 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan Generasi
News

Sudah Ada 18 Negara, Siap Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

887
×

Sudah Ada 18 Negara, Siap Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Sebarkan artikel ini
Sudah Ada 18 Negara Siap Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
Korban luka-luka dirawat di fasilitas medis darurat yang didirikan dekat bandara Palu, Sulawesi, Tengah. (Foto: Yoanes Litha/VOA)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri menyatakan sudah ada 18 negara dan dua organisasi internasional yang sudah memberikan daftar bantuan secara konkret untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Turki, dan Arab Saudi.

Dua hari setelah gempa berkekuatan 7,4 skala Richter disusul tsunami yang menghantam Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah.

Presiden Joko Widodo akhirnya membuka pintu bagi masuknya bantuan internasional.

Kebijakan itu diambil setelah pemerintah kewalahan melakukan penangannan darurat terhadap korban gempa dan tsunami yang terus bertambah.

Belum lagi rusaknya infrastruktur yang mengakibatkan layanan kebutuhan dasar, seperti pangan, tidak dapat dipenuhi.

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya, Kamis (4/10), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan sejak hari pertama terjadinya gempa dan tsunami.

Berbagai negara sudah menawarkan bantuan kemanusiaan baik yang disampaikan langsung melalui Presiden Joko Widodo atau Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Arrmanatha menambahkan Satuan Tugas Nasional Penanganan Gempa dan Tsunami Palu telah menginventarisir kebutuhan mendesak dalam masa tanggap darurat.

“Bantuan asing yang diharapkan, diprioritaskan adalah pesawat terbang, pesawat angkut seperti C-130 atau sejenisnya, tenda pengungsi, alat pengolahan air, genset, rumah sakit lapangan, dan peralatan medisnya,” kata Arrmanatha.

Menurut Arrmanatha, sampai saat ini sudah ada 18 negara dan dua organisasi internasional yang sudah memberikan daftar bantuan secara konkret.

Termasuk Amerika Serikat, Prancis, Turki, dan Arab Saudi. Dia mengatakan pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan dari Singapura dan India sudah mendarat di Balikpapan dan Palu.

Arrmanatha mengatakan sejauh ini sudah 13 negara mendapat izin masuk untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu.

Meski begitu, tidak otomatis pesawat dari 13 negara yang sudah mendapat izin bisa langsung masuk tapi melihat kapasitas di bandar udara di Balikpapan, Palu, atau Makassar.

Arrmanatha menekankan bantuan berupa pesawat angkut militer tetap dibolehkan masuk namun dengan jumlah personel yang terbatas.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan sebagian negara menyatakan akan mengucurkan dana tunai.

Uni Eropa misalnya mejanjikan 1,5 juta euro atau sekitar Rp26 milliar. Mereka juga akan mengirim tenaga medis dan membantu memetakan wilayah yang terkena dampak bencana dengan satelit.

China dan Malaysia, masing-masing menjanjikan Rp2,9 millliar dan Rp1,8 milliar. Inggris Rp39 milliar.

Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan bertugas mengkoordinasi bantuan pemerintah asing. Sedangkan Badan Kerja sama dan Penanaman Modal mengawal penyaluran bantuan dari lembaga asing swasta.

Dua pesawat Hercules C-130 milik Singapura sejak beberapa hari lalu membantu mengangkut logistik dari Jakarta ke Palu. Di samping itu, delapan Hercules dari Malaysia, India, Korea Selatan dan Amerika Serikat juga siaga membantu.

Menurut Wiranto, bantuan pesawat akan mempercepat pengangkutan logistik.

Jepang dan Swiss memberikan bantuan alat pemurni air. Jepang, India dan Negara-negara ASEAN juga akan membantu membuatkan rumah sakit lapangan beserta tenaga medisnya. Jepang dan India juga mengirim bantuan berupa generator listrik.

“Bantuan tersebut bisa berwujud barang, berwujud alat, bisa berwujud keahlian tertentu. Yang penting bantuan tepat waktu datang,” kata Wiranto.

“Saat ini kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan kebutuhan tanggap darurat, kebutuhan yang langsung dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Terkait 120 warga negara asing yang menjadi korban dari bencana di Sulawesi Tengah, Arrmanatha mengungkapkan tercatat ada 120 warga negara asing yang terdampak dari bencana di Sulawesi Tengah itu.

Dari jumlah itu, lanjut dia, sebanyak 119 warga asing sudah diketahui keberadaannya. Sebagian besar dari mereka sudah keluar dari Palu.

“Hanya satu orang, yaitu warga Korea Selatan, yang sampai saat ini kita belum bisa menghubungi atau mengontak. Tim SAR terus berupaya untuk mencari tahu di mana keberadaan WNA dari Korea Selatan tersebut,” tambah Arrmanatha.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kamis menyatakan korban tewas akibat gempa dan tsunami berjumlah 1.424 orang dan 2.549 lainnya yang dirawat di rumah sakit. Sebanyak 66.238 rumah rusak. [VOA/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com