MAKASSAR—Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Sulawesi Selatan, Ashari Fakhsirie Radjamilo telah melakukan langkah dalam menekan naiknya harga cabe di pasaran.
Kadisdag Sulsel menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga cabe karena cuaca buruk yang membuat distribusi kepasaran tidak berjalan lancar.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) terkait termasuk yang ada di kabupaten dan kota se-Sulsel untuk menekan kenaikan harga cabai dengan memaksimalkan distribusi ke pasaran,” ungkapnya, Kamis (11/3/2021).
Sejauh ini, kata Ashari, stok cabe banyak, tapi karena beberapa terakhir ini terjadi hujan dengan intensitas tinggi sehingga distribusi tidak merata.
“Contoh di kabupaten Wajo harga cabe sempat naik Rp 65 ribu perkilogram,maka kami langsung lakukan koordinasi dengan OPD terkait dan intervensi,dengan memasukkan stok cabe di kabupaten terdekat,” sebutnya.
Selain cabe, perkembangan harga sembilan pokok juga menjadi perhatian Disdag Sulsel termasuk melaporkan langsung ke Plt Gubernur Sulsel.
“Kami juga melaporkan ketersediaan stok pangan jelang Bulan Suci Ramadhan ke Plt Gubernur Sulsel dan memastikan semua mencukupi serta harga yang tetap terkendali di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel,” tutur mantan PJ Sekprov Sulsel ini.
Ashari menambahkan, operasi pasar akan dilakukan jelang bulan suci ramadhan. “Pasti kita lakukan operasi pasar pada saat jelang ramadhan dan saat akan lebaran sehingga daya beli masyarakat tetap stabil,” tutupnya. (*)

















