Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Rakyat sedang Susah, Wakil Rakyat Butuh Gorden Mewah?

3395
×

Rakyat sedang Susah, Wakil Rakyat Butuh Gorden Mewah?

Sebarkan artikel ini
Rakyat sedang Susah, Wakil Rakyat Butuh Gorden Mewah?
Nurhidayah Gani, Alumni Pendidikan Fisika UNM, Aktivis Muslimah.

OPINI—Memilukan, ditengah kondisi rakyat yang sekarat wakil rakyat justru butuh gorden mewah. Dilansir dari laman (CNBC Indonesia, 28/03/2022), Para wakil rakyat menetapkan alokasi anggaran hingga lebih dari Rp59 miliar. Dana Rp48,7 miliar untuk mengganti gorden para anggota. Sementara sisanya Rp11 miliar, akan dipergunakan untuk aspal baru di kompleks parlemen.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar menanggapi soal pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR tersebut. Ia menuturkan bahwa gorden tersebut belum pernah diganti sejak tahun 2009 lalu, Ia mengaku prihatin dengan kondisi gorden yang ada di rumah dinas anggota DPR saat ini. Ada yang sudah lapuk dan tidak memadai, bahkan ia menilai gorden tersebut sudah seperti kain pel (Republika, 28/03/2022).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Disatu sisi, tak henti hentinya persoalan pelik terus bergulir mencekik rakyat. Masih nyata dalam indera kita kelangkaan minyak goreng yang berujung pada berbagai kebutuhan pokok melambung tinggi. Sosok ibu yang tega menggorok anaknya demi menyelamatkannya dari pahitnya kehidupan.

Ditengah kondisi rakyat yang menderita parah, sebegitu gentingkah wakil rakyat butuh gorden mewah?

Pengamat politik sekaligus sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun menyayangkan keputusan DPR tersebut. Ia menuturkan apakah para anggota DPR tidak bisa tidur jika gorden lama tidak diganti?.

Menurutnya, pembelian gorden untuk rumah jabatan anggota DPR itu sangat tidak perlu dan tidak mendesak, DPR sudah kehilangan empatinya pada rakyat banyak. Uang untuk membeli gorden itu lebih baik digunakan untuk membantu rakyat yang sedang susah hidupnya (Kompas.com, 29/03/2022).

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai, pengadaan gorden tersebut menunjukkan wajah parlemen yang jauh dari rakyat. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih serta kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok semestinya jadi pertimbangan DPR dalam melakukan pengadaan (Kompas.com 29/03/2022).

Tak heran bila sindiran wakil rakyat sudah mewakili rakyat dalam berbagai hal selalu terdengar. Rakyat mau makan enak, sudah diwakili, mau hidup enak sudah diwakili. Sampai kapan rakyat terus menjerit sedangkan para para wakilnya terus hidup melangit?

Jeritan rakyat akan terus terdengar selama aturan yang terterapkan adalah demokrasi kapitalistik. Dalam demokrasi suara rakyat hanya terdengar di ajang kontestasi politik, setelah itu mereka terlupakan.

Kemuliaan rakyat hanya dapat dijumpai dalam Islam. Pejabat paham posisinya sebagai pemimpin yaitu mengurus rakyat sepenuh hati sesuai ketentuan as-Syari’. Menjamin kebutuhan rakyat walau harus mengorbankan diri.

Tengoklah khalifah Umar bin Khattab. Jangankan punya gorden mewah, beliau hanya punya dua baju, bahkan tidur beralaskan tikar. Kondisi ini hanya dapat dijumpai ketika sistem Islam tegak. Wallahu a’lam bishawab. (*)

Penulis: Nurhidayah Gani (Alumni Pendidikan Fisika UNM, Aktivis Muslimah)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!