PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto Melambung
DKI JakartaMedia Kampus

Akademisi Unusia: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Tercapai Tanpa Investasi Olahraga

380
×

Akademisi Unusia: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Tercapai Tanpa Investasi Olahraga

Sebarkan artikel ini
Akademisi Unusia: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Tercapai Tanpa Investasi Olahraga
Target Indonesia Emas 2045 berisiko meleset apabila pembangunan karakter pemuda tidak diiringi investasi serius di sektor olahraga. Peringatan itu disampaikan akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhammad Aras Prabowo, dalam Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis (27/2/2026), di Jakarta.

JAKARTA—Target Indonesia Emas 2045 berisiko meleset apabila pembangunan karakter pemuda tidak diiringi investasi serius di sektor olahraga. Peringatan itu disampaikan akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhammad Aras Prabowo, dalam Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis (27/2/2026), di Jakarta.

Menurut Aras, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan riil jika ditopang kualitas mental, integritas, dan daya juang generasi muda. Tanpa itu, peluang demografi justru berpotensi berubah menjadi beban pembangunan.

“Karakter bukan pelengkap kebijakan, melainkan fondasi daya saing bangsa. Patriotik memberi orientasi kebangsaan, Gigih membentuk ketahanan menghadapi krisis, dan Empati menjaga kohesi sosial,” tegasnya.

Ia menyoroti posisi olahraga yang selama ini masih kerap dipandang sebatas aktivitas seremonial, padahal memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Aras menjelaskan adanya rantai pembangunan yang jelas: olahraga meningkatkan kesehatan, kesehatan mendorong produktivitas, dan produktivitas menjadi penggerak ekonomi nasional.

“Ini bukan asumsi, tetapi logika pembangunan yang utuh. Pemuda yang sehat akan lebih produktif, dan produktivitas adalah kunci pertumbuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi olahraga juga menciptakan efek pengganda melalui pengembangan industri olahraga, sport tourism, hingga pembukaan lapangan kerja baru, sekaligus menjaga stabilitas sosial yang berdampak pada iklim investasi.

“Jika kita serius menginginkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, maka olahraga harus diposisikan sebagai investasi strategis negara,” tandasnya.

Aras mendorong agar kurikulum karakter berbasis pengalaman, termasuk integrasi olahraga, dimasukkan secara sistematis dalam program kepemudaan nasional dengan indikator evaluasi yang terukur dan berkelanjutan. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com