Akan Dilepas Presiden 14 Agustus, Nilai Ekspor Pertanian terus Meningkat
Kepala Balai Besar (BB) Karantina Makassar Lutfie Nasir usai bertemu dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (10/8/2021).

MAKASAR—Kepala Balai Besar (BB) Karantina Makassar Lutfie Nasir menegaskan, sejauh ini nilai ekspor pertanian yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus mendatang terus meningkat dan saat ini sudah mencapai Rp51 Miliar.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Besar (BB) Karantina Makassar Lutfie Nasir usai bertemu dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (10/8/2021).

Kepala Balai Besar (BB) Karantina Makassar Lutfie Nasir Mengaku awalnya nilai ekpor pertanian yang akan dilaksanakan dalam kegiatan merdeka ekpor hanya Rp 28 milyar.

“Jadi acara merdeka ekpor awalnya nilai ekspornya hanya Rp 28 milyar,
dan kemudian saat ini terus berlanjut dan saat ini sudah mencapai Rp 51 Milyar, ini kemungkinan akan terus bertambah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Plt Gubernur Sulsel sangat mendukung penuh ekspor ini dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ekspor ini sangat didukung penuh oleh plt Gubernur sulsel, jadi pelaksanaanya akan dilakukan di makassar new port pada tanggal 14 agustus mendatang dengan berbagai jenis hasil komoditi pertanian seperti cabai, coklat serta lainnya,” sebutnya.

Lutfie Nasir menambahkan, nantinya presiden joko widodo akan melepas secara virtual di istana bogor. “Ekspor ini akan dilakukan secara bersamaan di 17 pelabuhan besar di diindonesia yang ditandai dengan penekanan tombol oleh presiden,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Fakshirie Radjamilo, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan eksportir yang ada di sulsel.

“Jadi ini nilainya ada terus bertambah yang saat ini sudah Rp51 Miliar, karena kami bersama Balai Besar (BB) Karantina Makassar terus melakukan komunikasi dengan eksportir,” jelasnya.

Ia juga mengaku sangat bersyukur provinsi sulsel mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial.

“Kita sangat bersyukur provinsi sulsel tidak pernah kekurangan sumber daya alam bahkan untuk berasa saja saat ini sudah surplus mencapai 600 ton,” pungkasnya. (*)