MAKASSAR—Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan, Astina Abbas mengakui pengerjaan Jalan Antang Raya, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala tidak berjalan maksimal karena masih ada masyarakat yang komplain.
“Saat ini betonisasi baru 90 meter karena terhalang tiga pekan teman-teman dilapangan terkait lahan, Masih ada masyarakat komplain, Jadi papan bicara memang memberitahukan 90 hari kerja tapi tadi PPK bilang ada kehilangan waktu kurang lebih tiga minggu jadi minta perpanjangan waktu,” ungkap Astina Saat ditemui di kantor Gubernur Sulsel, Rabu (27/10/2022).
Ia menyebutkan pengerjaan jalan antang raya sepanjang 500 meter ditargetkan selesai di awal desember.
“Jadi selesai nyebrang di awal desember, Namun hanya 500 meter, Jadi baruji 500 meter terus lagi selanjutnya 2023 masuk di anggaran pokok dilelang lagi kembali yang satu kilo meter,” sebutnya.
Astina Abbas menambahkan total anggaran yang dialokasikan untuk pengerjaan jalan Antang sebanyak Rp7 miliar.
“Kita alokasikan itu Rp7 miliar untuk secara keseluruhan. Tapi untuk 500 meter ini yah sekitar Rp4 miliar itu kontraknya tercantum. Masih ada tambahan satu kilo tahun 2023,” tambahnya.
“Untuk selokan di depan SDI Antang yang tidak dibongkar, karena masih bagus dari hasil dan fungsinya masih bagusji,” Pungkasnya.
Sebelumnya, masyarakat di sekitar Jalan antang raya mengeluhkan lambatnya pengerjaan jalan antang raya yang membuat aktifitas masyarakat sangat tergangu, bahkan sebagian besar penjual disepanjang jalan terpaksa harus menutup dagangannya, Karena jalanan ditutup untuk pengerjaan. (*)













