MAKASSAR—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atau Appi, mengemukakan perang terhadap praktik transaksional dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Appi mengungkapkan, ada upaya lobi dari kepala sekolah hingga pejabat OPD untuk mempertahankan posisi mereka, bahkan dengan menawarkan imbalan.
“Kepala sekolah SD, SMP, sampai kepala bidang, menawarkan diri agar tidak diganti. Ada yang tanya, ‘berapa saya harus bayar untuk tetap di posisi ini, Pak?’. Ini gila!” tegas Appi usai mengumumkan perombakan pejabat di Balai Kota Makassar, Selasa (4/3/2025).
Dalam rotasi kali ini, Appi mengganti Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Nielma Palamba, dengan Andi Bukti Djufri.
Bukti, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, diberi tugas berat untuk membenahi sistem penempatan kepala sekolah.
“Semua guru yang memenuhi syarat harus diberi kesempatan. Kita akan lakukan asesmen yang baik agar yang terpilih benar-benar layak,” ujar Appi.
Ia juga menyinggung kebakaran misterius di Kantor Dinas Pendidikan Makassar dan mempertanyakan mengapa CCTV tidak berfungsi saat kejadian.
“Kita tidak tahu siapa yang membakar. Tapi kalau sistemnya bobrok, hal seperti ini bisa terjadi lagi. CCTV kok bisa mati pas ada kebakaran? Ini tidak masuk akal!” tandasnya.
Appi menegaskan, Pemkot Makassar tidak akan memberi ruang bagi pejabat yang bermain-main dengan jabatan. Kinerja semua pegawai akan dinilai, dan mereka yang tidak mampu bekerja dengan baik akan dialihkan ke program lain, seperti urban farming atau pengelolaan sampah gratis.
“Saya tegaskan, tidak ada lagi transaksi dalam jabatan di Pemkot. Semua akan dinilai berdasarkan kinerja. Kalau tidak bisa bekerja dengan baik, ya kita tempatkan di program yang lebih sesuai,” katanya. (Ag4ys/4dv)













