PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Sulsel

Bantah Ada Manipulasi Data Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes Sulsel

402
×

Bantah Ada Manipulasi Data Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes Sulsel

Sebarkan artikel ini
Kadis Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari
dr Ichsan Mustari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

MAKASSAR—Pemprov Sulsel melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan membantah adanya pengurangan atau penambahan Data Covid-19 di Sulsel.

Kadis Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari menjelaskan, tidak ada manipulasi data karena semua berbasis sistem dari pusat hingga daerah.

“Jika disebut ada yang manipulasi data saya kira tidak mungkin. Karena data nasional yang dipakai bukan hanya Sulsel kan, tetapi provinsi lain,” jelasnya.

Selain itu, dr. Ichsan mengatakan, ada perbedaan data karena waktu rilis berbeda. Pemerintah pusat rilis data setiap jam 1 siang sedangkan hasil pemeriksaan laboratorium tidak memilik waktu rilis.

“Kedua perbedaan ini bisa terjadi karena waktu rilisnya. Waktu rilis dibuat pusat itu jam 1 siang. Itu yang kita gunakan. Sementara data yang disampaikan oleh Prof Idrus itu adalah data hasil pemeriksaan laboratorium yang bahkan sampai malam. Jadi bisa berbeda nantinya, jadi dua hal yang berbeda di situ,” kata dia.

Kadinkes juga mengaku, tidak ada niat Pemprov Sulsel dalam mengurangi atau menambah data Covid-19. Dirilisnya data agar masyarakat mengetahui bahwa pasien bertambah dan berkurang.

“Jadi kalau kita mau sandingkan sebenarnya kita harus melihat by name by address. Akan kelihatan bahwa data itu tidak ada yang dikurangi atau ditambahkan. Saya kira tidak ada niat provinsi dan kabupaten/kota mengurangi angka atau menambah data tersebut. Kami merilisnya lebih bagaimana agar semua kita bisa tahu bahwa pasien bertambah atau berkurang,” tuturnya.

Lebih jauh ia mengemukakan, hasil pemeriksaan lab yang positif itu ada dua. Yang pertama kali diperiksa dan yang kontrol. Yang kontrol ini ada karena untuk mengetahui pasien tersebut sudah sembuh atau belum itu di hari ke 10 sampai 14. Yang dilakukan untuk dua kali untuk setiap pasien positif.

“Jadi tentu pemeriksaan yang dilakukan itu ada bahkan satu pasien sampai tiga kalikan. Sehingga terkumpullah dalam data itu. Sehingga kelihatan lebih banyak,” terangnya.

Ia menyebutkan, data pasien positif Covid-19 yang dirilis adalah data hasil  pemeriksaan lab yang  pertama. Data tersebut yang dirilis satgas Covid-19 Sulsel tidak diambil langsung dari data dari laboratorium melainkan dari data (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Litbankes Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi NAR (New AllRecord).

“Kami sekarang dengan sistem yang namanya NAR, kita mengambilnya dari Litbankes hasil pemeriksaan dari atau data yang dikirim oleh laboratorium ke Litbangkes. Jadi kita tidak mengumpulkan lagi data-data hasil dari laboratorium kemudian kita kompilasi kemudian kirim ke pusat. Sekarang laboratoriun langsung ke pusat. Provinsi dapatnya data dari pusat. Jadi sangat berbeda,” bebernya.

Ia berharap untuk bersama-sama mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. “Lebih penting bagi kami sebenarnya bagaimana kita semua saling mendorong dan setiap orang menjalankan protokol kesehatan saya kira itu lebih penting,” harap dia. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com