Politik demokrasi telah melanggengkan kapitalisme di negeri ini.
Sangat jauh berbeda dalam Islam. Dahulu Khalifah Umar bin Khaththab juga pernah menghadapi musibah pada masa pemerintahannya. Saat itu, Madinah mengalami ātahun abu (aam ramadah)ā.
Selama sembilan bulan, tidak ada hujan sama sekali di Semenanjung Arab. Kekeringan melanda, paceklik pun terjadi. Hewan-hewan ternak juga mati. Kalaupun ada yang bertahan hidup, badannya kurus kering.
Penduduk Madinah kesulitan mendapatkan makanan. Uang tidak berarti apa-apa karena tidak ada makanan yang bisa dibeli.
Penduduk Madinah masih bisa makan dari cadangan makanan yang selama ini disimpan di gudang negara. Namun, ternyata penduduk di sekitar Madinah berdatangan ke Madinah dan meminta bantuan makanan.
Khalifah Umar ra. pun membantu mereka. Cadangan makanan akhirnya menipis karena begitu banyaknya warga yang datang ke Madinah, sedangkan hujan tidak kunjung turun.
Melihat hal kondisi ini, Umar bin Khaththab pun bersumpah tidak akan makan daging, susu, dan samin sampai paceklik berakhir dan kondisi rakyat kembali seperti sediakala.
Umar bin Khaththab memenuhi sumpahnya ini. Beliau ra. makan roti dan zaitun saja hingga paceklik berakhir. Akibatnya, kulit Umar ra. yang selama ini putih kemerahan, berubah menjadi hitam.
Maka, dari ituĀ sudah sepatutnya penguasa di negeri ini meniru kepemimpinan Khalifah Umar Bin Khattab, yang begitu peduli akan penderitaan rakyatnya bukan malah bersikap acuh tak acuh, bahkan sampai menyakiti hati rakyatnya. Wallahu A’lam Bisshowab. (*)
Penulis: Nurmaningsih (Pegiat Literasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

















