Bertahun-tahun Rusak Jalan Hertasning Mulus Ditangan Nurdin Abdullah

0
25
Jalan Letjen Hertasning yang rusak akhirnya berhasil diaspal. Jalan ini merupakan penghubung antara Makassar dengan Kabupaten Gowa. Dikerjakan langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Provinsi Sulsel.

MAKASSAR – Selama bertahun-tahun jalan Letjen Hertasning rusak, akhirnya berhasil diaspal melalui tangan dingin Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel.

Jalan penghubung antara Makassar dengan Kabupaten Gowa ini, dikerjakan langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Provinsi Sulsel.

Gubernur Sulsel, Prof H M Nurdin Abdullah menyampaikan rasa syukur atas penyelesaian pekerjaan pelebaran jalan, drainase, dan pedestarian sepanjang 2,2 kilometer.

“Alhamdulilah, Jalan Letjen Hertasning selama ini dikeluhkan warga karna rusak dan sering akibatkan kecelakaan, saat ini telah selesai dikerjakan beserta pedesteriannya.”

“Jalan sepanjang 2,2 km dan pedisterian sepanjang 1,5 km tersebut dikerjakan oleh Dinas PUPR Sulawesi Selatan,” ungkap Prof Nurdin Abdullah, di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu, 11 Januari 2020.

Sosok pemimpin yang berhasil mendorong pembangunan infrastruktur di Sulsel ini, berharap dengan rampungnya pekerjaan terbaru bisa dinikmati dengan baik masyarakyat Sulsel, khususnya kota Makassar dan sekitarnya.

“Semoga dengan rampungnya pengerjaan jalan provinsi yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa tersebut dapan dinikmati sebaik-baiknya oleh masyarakat,” harap eks Bupati Bantaeng dua periode ini.

Melihat hasil kinerja Nurdin Abdullah warga Makassar, Armin Marinriang ikut memberikan apresiasi kepada Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

“Alhamdulillah setelah bertahun-tahun jalan Hertasning rusak, akhirnya diperbaiki oleh Gubernur Sulsel. Dan sudah pasti lebih bagus setelah di aspal daripada sebelumnya,” kata Armin.

Armin mengaku, sebelum jalan tersebut di aspal banyak lubang-lubang besar, kalau musim hujan seperti ini akan menjadi tempat genangan air, terutama di depan Jalan Adiaksya Makassar.

“Ini depan Adiaksya sering ada genangan air, tapi sekarang sudah Alhamdulillah kami sudah nyaman melewatinya,” tutup alumni UIN Alauddin Makassar ini. (*)