PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Makassar

Budaya Muhammadiyah di Persimpangan Jalan

369
×

Budaya Muhammadiyah di Persimpangan Jalan

Sebarkan artikel ini
Budaya Muhammadiyah di Persimpangan Jalan
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto, M. Ag, saat jadi keynote speaker pada acara Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah 2020, di Unismuh Makassar.

MAKASSAR – Persyarikatan Muhammadiyah kini diperhadapkan di persimpangan jalan. Saat ini bangsa Indonesia diperhadapkan dengan tantangan budaya global Barat termasuk berasal dari Amerika Serikat, Eropa, China, Korea, Jepang dan Arab.

Selain itu juga datang budaya lokal, daerah dan nasional. Belum lagi budaya Islam Liberal, puritan dan tradisional.

Demikian ditegaskan, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto, M. Ag, saat jadi keynote speaker pada acara Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah 2020, di Unismuh Makassar, Sabtu (7/3/2020).

Dijelaskan, sisi lain kebudayaan yang ingin dicapai Muhammadiyah adalah, masyarakat utama, adil makmur yang diridhai oleh Allah SWT, Islam berkemajuan, Islam wasthaniyah, pemurnian di bidang akidah dan ibadah pembaharuan di bidang muamalah.

Strategi dakwah ditempuh Muhammadiyah agar tetap berjalan yakni melakukan dakwah amal maruf nahi mungkar, dakwah kultural, dakwah komunitas, kata Agung Danarto.

Seminar ini dilaksanan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 22 kota se-Indonesia dengan mengusung tema, Strategi Kebudayaan Muhammadiyah Dari Purifikasi Menuju Islam Berkemajuan.

Pada seminar itu akan tampil selaku keynote speaker, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto, M. Ag

Narasumber lainnya Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno dengan tema Strategi Kebudayaan Muhammdiyahdi Tengah Tantangan Global.

Prof. Dr. Achmad Jaiunuri akan membahas Ideologi Muhammadiyah: Antara Purifikasi dan Dinamisasi; Dr. Azhar Ibrahim akan berbicara tentang Revolusi dan Strategi Kebudayaan di Asia Tenggara: Bagaimanakah Muhammadiyah Mengambil Pelajaran.

Prof. Dr. H. Abdul Muir Mulkhan, SU akan memaparkn materi tentang Mensinkronkan Hubungan Islam dengan Budaya Lokal; Prof. Dr. Biyanto, M. Ag akan membahas tentang Muhammadiyah dan Kebudayaan Lokal.

Dr. K. H. Abdullah Rene, M. Ag akan menjelaskan materi Makassar dan Islam di Indonesia: Mencari Keterpaduan Budaya.

Peserta seminar lainnya dari berbagai kalangan. Termasuk akademisi, aktifis NGO, tokoh lintas agama, tokoh ormas, jurnalis/media, civitas perguruan tinggi baik internal Muhammadiyah maupun dari kalangan luar Muhammadiyah beserta public secara luas. (ila/yah/cr/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com