Advertisement - Scroll ke atas
Pangkep

Bupati Pangkep Tegaskan Disiplin ASN saat Lantik Pejabat Baru

979
×

Bupati Pangkep Tegaskan Disiplin ASN saat Lantik Pejabat Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Pangkep Tegaskan Disiplin ASN saat Lantik Pejabat Baru
Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau, menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya saat melantik sejumlah pejabat lingkup Pemkab Pangkep di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Senin (29/9/2025).

PANGKEP—Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau, menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya saat melantik sejumlah pejabat lingkup Pemkab Pangkep di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Senin (29/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Pemkab Pangkep melantik 2 pejabat administrator, 13 pejabat fungsional, dan 74 kepala puskesmas. Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Pangkep serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Bupati Yusran mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tegas dalam menegakkan disiplin terhadap stafnya. Menurutnya, pegawai yang hanya hadir untuk absen lalu pulang tanpa bekerja tidak bisa ditoleransi.

“Kalau ada pegawai yang malas, cuma datang ceklok baru pulang, kurangi saja nilainya,” tegas Yusran di hadapan peserta pelantikan.

Ia juga menekankan agar setiap ASN benar-benar memaksimalkan kinerja sesuai jabatan yang diemban. “Berpikirlah bagaimana menjalankan tugas dengan baik. Untuk pejabat fungsional, jangan berfikir seperti staf biasa, karena tanggung jawabnya lebih besar dan harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusran mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang sewaktu-waktu bisa dievaluasi. “Hari ini saya berikan amanah. Tapi kalau tiga atau enam bulan ke depan laporan yang saya butuhkan tidak bisa dimaksimalkan, mohon maaf, saya akan ubah lagi,” tegasnya.

Selain itu, seluruh pejabat yang dilantik diminta menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen bekerja profesional dan siap menerima konsekuensi bila kinerja tidak sesuai harapan.

“Saya harapkan bapak ibu sekalian membuat fakta integritas bahwa siap bekerja dengan baik. Kalau kinerja tidak bagus, ada surat yang ditandatangani sebagai bukti kesediaan menerima konsekuensi,” pungkasnya. (Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!