PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-203110 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-203110 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Pangkep

Satu Jenazah Ditemukan di Bawah Tebing Bulusaraung, Evakuasi Pesawat ATR Masuki Fase Krusial

890
×

Satu Jenazah Ditemukan di Bawah Tebing Bulusaraung, Evakuasi Pesawat ATR Masuki Fase Krusial

Sebarkan artikel ini
Jenazah Korban Ditemukan di Bawah Tebing Bulusaraung, Tim SAR Hadapi Medan Ekstrem
Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu (18/1/2026). Korban ditemukan di bawah tebing curam dengan akses yang sangat terbatas.

PANGKEP—Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu (18/1/2026). Korban ditemukan di bawah tebing curam dengan akses yang sangat terbatas.

Jenazah ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal penemuan serpihan pesawat, di jalur terjal dengan vegetasi rapat yang menyulitkan proses evakuasi.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan pada pukul 13.43 Wita oleh tim puncak SAR gabungan saat melakukan penyisiran di sekitar area serpihan pesawat. Tim melihat keberadaan korban di bawah tebing curam.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan penemuan tersebut. Namun hingga saat ini identitas dan jenis kelamin korban belum dapat dipastikan karena proses evakuasi masih berlangsung.

“Benar, kami menerima laporan penemuan satu jenazah. Saat ini korban masih dalam proses evakuasi dan jenis kelaminnya belum bisa dipastikan,” ujar Andi Sultan.

Setelah laporan diterima, Tim SAR menyusun skema evakuasi dengan metode vertikal menggunakan teknik tali dan penurunan personel, mengingat posisi korban tidak dapat dijangkau melalui jalur biasa.

Pada pukul 13.56 Wita, tujuh personel tim aju diterjunkan melalui jalur pendakian untuk membantu proses evakuasi. Selang satu menit kemudian, tepat pukul 13.57 Wita, SRU 3 kembali menemukan serpihan pesawat berupa bagian tangga dan kursi di sekitar lokasi tersebut.

Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu cukup panjang akibat medan ekstrem dan curam, kondisi cuaca yang cepat berubah, serta keharusan menandu jenazah secara manual.

Tim SAR menggunakan peralatan mountaineering berupa tali karmantel, carabiner, tandu evakuasi, dan pengaman tubuh. Evakuasi dari lokasi penemuan menuju posko terdekat diperkirakan membutuhkan waktu beberapa jam, bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan personel.

Setelah berhasil dievakuasi ke posko SAR, jenazah direncanakan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (70n/Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com