MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Kamis (26/10), mengunjungi rumah duka tempat disemayamkannya korban kebakaran, di Jalan Balana, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.
Korban yang merupakan Istri, anak dan mertua perempuan dari staf bagian umum pemkot Makassar, Wirahadi, tentu saja mengejutkan dan melahirkan duka mendalam di kalangan pemerintah kota Makassar.
Menurut informasi yang dihimpun Media Sulsel, 3 korban masing-masing, Fitri (33), Rafanda (2), Nursiah (50) meninggal dunia akibat luka bakar seluruh tubuhnya, karena terjebak kobaran api kebakaran yang melanda rumah di RT 01/RW 01 Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
“Saya menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga. Ini sebuah kecelakaan yang sederhana sebenarnya, tapi fatal akibatnya,” ucap Danny, saat bertandang di rumah duka.
Menurut keterangan kakak korban, Sriwahyuni (39), yang juga merupakan pemilik rumah, Kebakaran bermula, karena, Rabu (25/10), korban menyalakan lilin saat lampu PLN padam, namun tanpa sepengetahuan korban lilin diduga meleleh dan membakar rumah, dan ketiga korban terjebak di dalam rumah, tanpa sempat nenyelamatkan diri.
Olehnya itu, Danny mengecam dan memberi peringatan keras akan tindakan PLN yang semena-mena memadamkan listrik tanpa memberitahukan kepada masyarakat.
“Saya menghimbau kepada PLN jangan seenaknya saja mematikan lampu tanpa ada pemberitahuan kepada warga. Kalau begini kejadianya? Sebenarnya memang ini musibah tapi PLN tidak boleh semena-mena seperti itu,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, Danny berjanji secepatnya akan melayangkan surat kepada pihak PLN atas keteledorannya yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat. (*/464ys)







