MAKASSAR—Kesehatan ibu dan anak masih menjadi prioritas utama dalam pembangunan Nasional Bidang Kesehatan. Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia tahun 2024, dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 183/100.000 Kelahiran Hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 16/1000 Kelahiran Hidup.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar bekerjasama dengan RSUD Daya Kota Makassar berkomitmen tekan angka kematian ibu dan anak, diwujudkan dengan menggelar diklat on the job training (OJT) kegawatdaruratan ibu dan anak bagi dokter, bidan, dan perawat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para dokter, bidan dan perawat di puskesmas dalam penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan anak di Rumah Sakit.
Juga meningkatkan kapasitas dokter umum, bidan dan perawat dalam melakukan deteksi dini resiko yang dapat terjadi pada kehamilan, persalinan dan nifas dan bayi baru lahir.
Koordinator Bidang Diklat RSUD Daya Kota Makassar Rima Kusumah Dewi mengatakan, Sebanyak 8 angkatan terdiri dari dokter, perawat dan bidan mengikuti kegiatan ini. Kegiatan OJT ini dilaksanakan selama tiga hari setiap angkatan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin Pemerintah Kota Makassar berkomitmen dalam menekan angka kematian ibu dan anak bahkan hingga zero.
“Kita terus berkomitmen dalam menekan angka kematian ibu dan anak bahkan hingga zero diantaranya dengan melaksanakan diklat on the job training (OJT) kegawatdaruratan ibu dan anak bagi tenaga kesehatan sehingga lebih cekatan dalam melakukan penanganan dan penindakan,” ungkap Kadis Kesehatan Kota Makassdar yang akrab disapa dr. Ida ini. (*/4dv)


















