Disnakertrans Sulsel Gagas Progran K3 Sejak Dini

0
17

MAKASSAR — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel menggagas program penyadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini yang mulai diajarkan di tingkat sekolah dasar (SD).

Kepala Disnakertrans Sulsel, Darmawan Bintang menuturkan, program ini dikerjasamakan dengan Fakultas Teknik (Unhas). Diharapkan, dengan agenda ini kesadaran akan K3 bisa menjadi budaya tidak hanya di lingkungan kerja saat dewasa, namun sudah diajarkan sejak kecil.

“Jadi program ini kita kerja samakan dengan perguruan tinggi Unhas. Tujuannya Untuk menumbuhkan pentingnya kesadaran atas keselamatan dan kesehatan kerja yang memang dimulai sejak dini,” tutur Wawan.

Dia mengaku, aturan K3 selama ini hanya diatur di tiap perusahaan atau lingkungan kerja lainnya. Hanya saja, dia mengaku, sosialisasi K3 di lingkungan kerja oleh pemilik usaha kepada tiap karyawannya dinilai belum mampu menekan kasus kecelakaan kerja selama ini.

“Kebanyakan kecelakaan kerja itu ada sekitar 800 kasus di Sulsel itu tahun 2019. Kebanyakan karena termasuk didalamnya pada saat berangkat dan sepulang bekerja,” tutur dia. Makanya, diharapkan kesadaran K3 dimulai sejak dini. Program ini menjadikan anak di tingkatan SD menjadi pelopor K3 bagi orang tuanya yang bekerja.

“Kan kalau misalnya ditumbuhkan pentingnya K3 sejak dini, anak itu nanti bisa memperingatkan orang tuanya. Misalnya pakai helm, jangan bonceng tiga. Itu contohnya. Terus kalau menyeberang hati-hati. Jadi bukan orang dewasa saja, jadi ditekankan ke anak kecil supaya menjadi budaya sejak dini,” paparnya.

Rencananya, program penyadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini bisa masuk kurikulum di tingkat SD. Dimana pembelajarannya bisa diintegrasikan dengan mata pelajaran yang bersesuaian dengan konsep K3 tersebut.

Pihak Disnakertrans bersama Unhas, lanjut Wawan, akan turun menjadi fasilitator di sekolah. Untuk lebih dulu mengajarkan kepada tenaga pendidik terkait materi K3, yang diharapkan hal itu bisa diteruskan ke anak didiknya.

“Jadi dijadikan kurikulum ekstrakurikuler. Kita latih dia punya gurunya. Dan kita harapkan selanjutnya, materi pentingnya kesadaran K3 ini bisa disampaikan di hadapan anak sekolah misalnya saat upacara,” tukas dia.

Program ini akan dijalankan secara bertahap di tiap kabupaten/kota di Sulsel. Wawan merencanakan, ada tiga daerah yang menjadi awal penerapan program penyadaran K3 ini di beberapa SD, salah satunya Kota Makassar.

“Kita sudah mulai jalankan. Kita mulai secara simbolis dengan pemasangan pin kepada anak SD sebagai pelopor K3. Kita harapkan ini nanti terus dimaksimalkan dan diterapkan di semua sekolah di Sulsel,” jelas Wawan. [*]