PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batua
Makassar

Ditengah Pandemi Covid-19 ini Langkah BI Dorong Pemulihan Ekonomi

640
×

Ditengah Pandemi Covid-19 ini Langkah BI Dorong Pemulihan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Pandemi Covid 19

MAKASSAR – Ditengah Pandemi Covid-19,Bank Indonesia terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan diantaranya penurunan suku bunga.

Adang Direktur BI Sulsel mengatakan berbagai langkah terus dilakukan agar ekonomi dapat tumbuh ditengah pandemi covid-19 diantaranya dengan penurunan suku bunga.

“Jadi sesuai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%.Ungkap Adang melalui virtual meeting,Sabtu (20-6).

Ia menjelaskan Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era COVID-19,termasuk melihat ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi serta terjaganya stabilitas eksternal.

“Bank Indonesia juga memutuskan untuk memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam Rupiah baik secara harian dan rata-rata sebesar 1,5% per tahun dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK dan efektif berlaku 1 Agustus 2020.Serta BI berkomitmen untuk pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana maupun penyediaan dana likuiditas bagi perbankan untuk kelancaran program restrukturisasi kredit (pembiayaan) dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional,’ Jelasnya.

Adang Lebih jauh mengaku sektor UKM yang juga terdampak pandemi covid-19 mendapatkan perhatian diantaranya dengan membeli hasil-hasil produknya khususnya yang selama ini dibina.

“Kami tetap memberi perhatian ke sektor UKM khususnya yang selama ini dibina BI dengan membeli Hasil-hasil produknya sehingga produksinya tetap berjalan bahkan pemerintah melalui dukungan BI menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk sektor ini,Pungkasnya.

Direktur BI sulsel menambahkan Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada tahun 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0%-6,0% pada tahun 2021.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi indonesia menurun pada kisaran 0,9% sampai 1,9% diperkirakan proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh.Tambahnya

“Bank Indonesia terus memperkuat
sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh dapat semakin efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi selama dan pasca COVID-19.” Tutupnya. [*]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com