MAKASSAR, Dinas Penanaman modal dan Pelayanan terpadu satu pintu (DPM PTSP) provinsi sulsel melaksanakan Rapat koordinasi DPM PTSP kabupaten dan kota sesulsel dengan tema mewujudkan sulsel yang ramah investasi dan bersih melayani Dihotel Claro Rabu (14/10).

Kegiatan ini dihadiri lansung oleh Menteri Pemberdayaan aparatur negara reformasi birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo,Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah,Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Achmad Idrus,Kepala DPM PTSP se-Sulsel,serta Bupati Walikota sesulsel.

Kepala Dinas PTSP Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan saat ini hampir semua pelayanan disulsel dilakukan secara digital.

“Kita disulsel hampir semua pelayanan dilakukan secara digital,untuk memberikan kemudahan terhadap investor, baik domestik maupun internasional.”Ungkapnya.

Ia Menyebutkan Perkembangan dan kemajuan sistem perizinan di DPM PTSP Sulsel berkat dorongan dari Gubernur sulsel.

“Ini semua berkat dorongan dari Bapak Gubernur Sulsel, sehingga praktis semua pelayanan di PTSP Sulsel telah berlangsung secara digital.”Sebutnya.

PJS Bupati Luwu Timur ini Juga Mengaku beberapa perizinan yang selama ini dilakukan di Pemprov Sulsel akan diberikan kepada pemerintah kabupaten kota.

“Dengan MOU Gubernur dan seluruh bupati maka sebagian perizinan yang selama ini dilakukan di Pemprov Sulsel akan diberikan kepada pemerintah kabupaten kota. Dan pelayanan ini juga, kami berharap bisa sampai juga di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Jayadi Nas Menambahkan tujuan rapat koordinasi PTSP kabupaten kota se-Sulsel, untuk memfokuskan penyamaan persepsi serta menjalin sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten kota.

“Pertama, peningkatan dan percepatan pelayanan perizinan dengan sistem digital, dalam mendorong digitalisasi pelayanan di Sulsel,”Tutupnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Achmad Idrus, mengajak investor nasional agar menjadikan investor lokal sebagai partner saat menanam modal di Sulsel.

“Kalau ada investor datang dari Jakarta atau dari luar mestinya partner dari pengusaha lokal, sehingga jangan sampai ada kasus-kasus sosial antara pengusaha nasional dengan lokal, itu sangat penting,” kata Achmad Idrus saat Mewakili Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Ia Berharap Kegiatan ini akan lebih diperluas hingga kekabupaten dan kota sesulsel sehingga investasi semakin meningkat.

“Ini diharapkan bukan hanya di tingkat Provinsi Sulsel saja, namun harus diperluas hingga kabupaten kota se-Sulsel.Sehingga Penyebaran investasi semakin melebar sampai ke kabupaten kota.Harapnya.

Achmad Idrus Juga Mengaku peningkatan infrastruktur sangat diperlukan untuk mendukung investor tertarik untuk berinvestasi.

“Untuk memberikan kenyamanan terhadap investor, sangat diperlukan fasilitas infrastruktur yang mendukung. Seperti pelabuhan, bandara dan jalan, ini semua akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.”Pungkasnya.

Ia Menambahkan Image yang baik harus selalu dihadirkan sehingga investor merasa nyaman berinvestasi disulsel.

“Image baik harus kita perlihatkan mulai dari Makassar, mulai dari Sulawesi Selatan, agar investor dari luar juga merasa nyaman ketika menanam modal di daerah,”Tutupnya. [*]