Jayadi Nas, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP)
Jayadi Nas, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel.

MAKASSAR—Realisasi investasi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang tahun 2020 sebesar Rp12,541 triliun. Dengan rincian Penanaman Modal Asing Rp3,99 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp9,142 triliun.

Realisasi yang didominasi PMDN tersebut melampaui target yang telah ditetapkan yakni Rp7 triliun. Artinya pada tahun 2020 DPM-PTSP Sulsel mampu meningkatkan investasi dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp5,152 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jayadi Nas mengatakan adapun yang menjadi faktor penunjang meningkatnya aktivitas investasi di Sulsel yakni bagaimana Pemerintah Provinsi Sulsel melalui DPM-PTSP mempermudah investor untuk melakukan investasi.

Bentuk dukungan tersebut, sambung Jayadi Nas yakni mempermudah izin, juga DPM-PTSP Sulsel terus mengejar perusahaan yang belum melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Pak Gub selalu mengatakan bahwa Sulsel harus ramah terhadap investasi, dan hal secara bertahap kita akali dengan memberikan kemudahan kepada pengusaha untuk mendapatkan izin, selain itu kita juga terus melakukan Konsinyering terhadap pelaku usaha yang belum melaporkan LKPM,” ungkap Jayadi, saat Press Rilis realisasi investasi sepanjang tahun 2020 di Kantor DPM-PTSP Sulsel, Senin (1/2).

Menurut Jayadi, selama ini banyak perusahaan yang ingin melaporkan kegiatan LKPM-nya. Hanya saja mereka tidak mengetahui bagaimana caranya. Olehnya DPM-PTSP terus melakukan pendampingan, dan kegiatan ini sangat mendorong peningkatan Investasi di Sulsel.

“Selain itu, ada juga perusahaan besar yang sebenarnya mengetahui bagaimana melaporkan LKPM, namun mereka enggan melakukan, untuk itu kita lakukan pendampingan secara persuasif untuk menjelaskan LKPM ini sangat mendukung peningkatan jumlah investasi di Sulsel,” tukasnya.

Lebih jauh Jayadi Nas menyebutkan ada lima sektor yang memiliki realisasi tertinggi sepanjang tahun 2020. Antara lain sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan nilai investasi sebesar Rp1,468 triliun atau menyumbang peningkatan investasi di Sulsel sebesar 37 persen.

Kemudian disusul pertambangan Rp 1,096 triliun atau 28 persen. Dilanjutkan sektor listrik,gas dan air sebesar Rp893 miliar atau 23 persen. Sementara sektor industri dan logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp194 miliar atau 5 persen. Sektor lainnya Rp283 miliar.

“Adapun Kabupaten/Kota yang masuk daftar nilai investasi tertinggi sepanjang tahun 2020 yakin kota Makassar dengan nilai investasi Rp1,453 triliun atau 37 persen kemudian Kabupaten Tanah Toraja sebesar Rp833 miliar atau 21 persen. Kabupaten Luwu Timur Rp823 miliar atau 21 persen, kabupaten Luwu Rp288 miliar atau 7 persen, dan kabupaten lainnya sebesar Rp538 miliar atau 14 persen,” tutupnya. (*)