DP3A Dalduk KB Sulsel Siap Dampingi Korban Penganiyaan Orang Tuanya di Gowa
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel Dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes saat ditemui awak media.

MAKASSAR—Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel Dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes menegaskan, jajarannya siap mendampingi sekaligus memberikan bantuan psikolog bagi korban penganiayaan orang tuannya di kabupaten Gowa.

Kadis P3A Dalduk mengaku siap laksanakan perintah sesuai instruksi Plt Gubernur Sulsel untuk mengecek dan mendampingi, agar korban penganiayaan orang tuanya dapat segera sembuh dan tidak mengalami trauma.

“Karena kejadiaannya dikabupaten Gowa maka pasti pemerintah setempat bersama dinas dpppa dan dinas kesehatan lansung melakukan penanganan bagi korban, Namun kami di provinsi sulsel apa bila dibutuhkan siap membantu dan memberikan pendampingan,” ungkapnya, Selasa (7/9/2021).

Ia menyebutkan, Plt Gubernur Sulsel telah memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel untuk mengecek korban dan memastikan ditangani dengan baik.

“Kita diperintah untuk memastikan kondisi korban, makanya saya kemarin malam langsung ke RS Syekh yusuf menemui korban serta dokter yang menangani dan informasinya korban mengalami kekerasan fisik di bagian mata kanan, dan beruntung cepat diketahui sehingga anak itu kemungkinan tidak buta dan bisa melihat kembali. Plt Gubernur Sulsel juga telah melihat langsung korban,” sebutnya.

Lanjut Fitriah, persoalan yang paling terberat dihadapi korban adalah psikis. Paling terberat adalah persoalan psikis kerena korban suka menangis sehingga pendampingan akan terus dilakukan kemudian adanya pemisahan antara korban dan pelaku.

“Makanya perlu ada rumah aman agar kejadian semacam ini tidak kembali terulang. Apalagi informasinya didaerah tersebut sudah ada sekitar 40 kepala keluarga yang melakukan ritual pesugihan semacam itu,” jelasnya.

Ia menambahkan Pemprov Sulsel melalui DP3A Dalduk KB kembali memastikan akan memberikan dukungan dan supportnya bagi korban.

“Pasti pemda kabupaten Gowa dan ibu PKK akan memberikan pendampingan. Namun kalau butuh provinsi membantu, maka akan siap mensuport penuh karena pemprov sulsel mewilayahi semua,” tutupnya.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan pada AP yang berusia 6 tahun dan duduk di kelas 1 SD itu terjadi pada tanggal 1 September 2021 atau sehari setelah kakak AP meninggal dunia. Kejadian dugaan kekerasan itu terjadi dirumahnya di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, kecamatan Tinggimoncong, Gowa. (*)