PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya •
Makassar

DP3A Makassar Target Bentuk Shelter Warga di 30 Kelurahan

1312
×

DP3A Makassar Target Bentuk Shelter Warga di 30 Kelurahan

Sebarkan artikel ini
DP3A Makassar Target Bentuk Shelter Warga di 30 Kelurahan
Program Shelter Warga menjadi program prioritas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar. Karenanya, pihak DP3A mengenjot pembentukan shelter warga khususnya di Lorong Wisata.

MAKASSAR—Program Shelter Warga menjadi program prioritas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar. Karenanya, pihak DP3A menggenjot pembentukan shelter warga khususnya di Lorong Wisata.

Untuk hari ini, Kamis (4/8/22) DP3A bersama para lurah dan RT/RW langsung membentuk dua shelter warga di dua Kelurahan yakni di Kelurahan Tamalanrea Jaya dan Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea.

Hal ini bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman perempuan dan anak di lorong khususnya pada kasus tindak kekerasan.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DP3A, Hapidah Djalante mengatakan pihaknya tahun ini menargetkan pembentukan Shelter Warga di 30 kelurahan. Dimana tahun sebelumnya sudah terbentuk sebanyak di 40 titik kelurahan.

“Jadi dari 153 kelurahan di Kota Makassar baru 56 kelurahan dari berbagi kecamatan yang terbentuk shelter warga. Data ini hingga Agustus 2022,” ujarnya.

Menurutnya, Shelter Warga ini satu-satunya program yang ada di Indonesia dan hanya ada di Kota Makassar.

“Banyak Pemerintah Daerah dan Kota lain yang datang belajar program kami ini. Program ini adalah kerja-kerja sosial melibatkan warga setempat yang memiliki kepedulian tinggi untuk menjadi perpanjangan tangan masyarakat jika terjadi kekerasan dan ada anak-anak yang tidak terpenuhi haknya,” paparnya.

Tak hanya pembentukan Shelter Warga, puluhan masyarakat yang hadir juga dibekali materi-materi tentang tugas, fungsi, tujuan dan bagaimana tim Shelter Warga menjadi bagian Restoratif Justice di wilayahnya.

DP3A Makassar Target Bentuk Shelter Warga di 30 Kelurahan
Program Shelter Warga menjadi program prioritas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar.

Adapun kecamatan yang sudah memiliki shelter warga di beberapa kelurahannya seperti, Kecamatan Makassar, Manggala, Tamalate, Tamalanrea, Ujung Tanah, Panakukkang, Biringkanaya, Rappocini dan Kecamatan Wajo.

“Kami akan merampungkan 153 kelurahan hingga tahun 2026 mendatang. Sesuai anggaran yang tersedia,” pungkasnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com