Ashari Fakshirie Radjamilo
Ashari Fakshirie Radjamilo, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel.

MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong agar sektor pertanian menjadi yang terdepan dalam ekspor keberbagai negara di dunia.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Sulsel usai menghadiri pelepasan ekspor berbagai jenis hasil pertanian senilai Rp98 Miliar lebih dalam kegiatan merdeka ekspor di pelabuhan petikemas Soekarno Hatta Makassar, yang dilakukan langsung Presiden Joko widodo secara virtual di saksikan Menteri Pertanian serta undangan lainnya, Sabtu (14/8/2021).

Andi Sudirman mengatakan, kekuatan dan ketahanan Sulsel adalah sektor pertanian sehingga ini harus terus di dorong.

“Yang dilepas saat ini senilai Rp98 miliar, sektor pertanian ini kita mau terdepan dalam ekspor karena kekuatan dan ketahanan sulsel ada di sektor pertanian,” ungkapnya.

Pada kegiatan itu, Andi Sudirman meminta agar mobilisasi beras nasional dari bulog bisa dikeluarkan secara maksimal.

“Saya minta mobilisasi nasional beras yang dipergunakan bulog, penggilingan maupun pembeli bisa dikeluarkan cepat, karena pada bulan agustus ini masuk panen raya sehingga hasil dari petani bisa diserap dan mereka lebih bergairah,” sebutnya.

Lebih jauh, Plt Gubernur Sulsel menyebutkan, berbagai jenis hasil pertanian yang ekspor yaitu mente, kakao, lada, merica serta lainnya.

“Tadi di ekspor mente, kakao, pupuk dari kotoran kelelawar, lada merica, serta lainnya, yang dulunya negera kita di jajah karena hasil rempah-rempah, saat ini kita menjajah mereka dengan mengekspor hasil bumi kita,” pungkasnya.

Ekspor Pertanian Sulsel senilai Rp98 Miliar Melampaui Target
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri pelepasan ekspor berbagai jenis hasil pertanian senilai Rp98 Miliar lebih dalam kegiatan merdeka ekspor di pelabuhan petikemas Soekarno Hatta Makassar, yang dilakukan langsung Presiden Joko widodo secara virtual disaksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (14/8/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Fakshirie Radjamilo menambahkan, nilai ekspor pertanian ini melebihi dari target yang awalnya hanya Rl Rp24 miliar.

“Nilai ekspor saat ini Rp98 Miliar, ini melebihi dari target Rp24 Miliar, karena upaya yang terus dilakukan dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta eksportir,” kata Ashari.

Tujuan ekspor ini, lanjutnya, yaitu ke negara eropa dan asia. “Negara tujuan yaitu amerika serikat, negara asia seperti jepang dan korea, ke eropa serta negara lainnya,” tutupnya. (*)