Islam Mampu Melahirkan Ibu Tangguh
Jika kurikulum pendidikan kapitalisme hanya berorientasi pada nilai materi, berbeda dengan kurikulum pendidikan Islam. Kurikulum pendidikan Islam justru sangat komprehensif dan sesuai dengan fitrah manusia, sehingga mampu menyiapkan setiap individu mengemban peran mulia sebagai orang tua, termasuk madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Kurikulum pendidikan Islam adalah aqidah Islam yang tidak hanya bertujuan melahirkan generasi berintelektual tetapi juga memiliki kepribadian Islam. Sejarah peradaban Islam telah banyak membuktikan, betapa sistem pendidikan Islam mampu mencetak ibu-ibu tangguh, pencetak generasi-generasi emas.
Sebut saja Ummu Ashim, cucu dari Umar Khattab itu mampu melahirkan dan mendidik anaknya, Umar bin Abdul Aziz hingga menjadi khalifah fenomenal sepanjang sejarah sebab pengaruh besar yang berhasil diraihnya hingga tiap rakyat yang berada di bawah kepemimpinannya mampu merasakan kesejahteraan secara merata.
Sebut juga Ibu Imam Syafi’i, Ibu Imam Ahmad bin Hanbal, Ibu Imam al-Bukhari, meski ketiga merupakan singgle parent, membesarkan dan mendidik anaknya seorang diri tapi hasil yang dapat diraihnya sungguh sangat luar biasa.
Betapa sejarah itu tak mungkin berbohong bahwa semua itu dapat terjadi tak terlepas dari support sistem dari sistem pendidikan Islam. Tak hanya itu, Peradaban Islam juga terbukti mampu membangun masyarakat yang peduli sehingga supportyng sistem terwujud optimal dalam masyarakat Islam.
Oleh sebab itu, tak ada solusi lain yang dapat meminimalisir bahkan menyelesaikan fenomena sindrom baby blues ini kecuali hanya dengan kembali pada penerapan sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu’alam Bisshawab. (*)
Penulis: Nurhikmah, S.Pd (Tim Pena Ideologis Maros)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.


















