Beranda » Event » Ikuti TTF 2019 di Belanda, Delegasi Sulsel Mampu Pukau Pengunjung
Ikuti TTF 2019 di Belanda, Delegasi Sulsel Mampu Pukau Pengunjung
Event

Ikuti TTF 2019 di Belanda, Delegasi Sulsel Mampu Pukau Pengunjung

Laporan Jurnalis Mediasulsel.com langsung dari Den Haag Belanda

DEN HAAG, BELANDA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel ikut berpartisipasi dalam Event TongIntetnadional yakni Tong Fair (TTF) 2019, yang digelar di lapangan Maliveld, kota Den Haag, Belanda, sejak 23 Mei hingga 2 Juni 2019.

Keikutsertaan Pemprov Sulsel ini sebagai upaya mempromosikan keragaman budaya, Kuliner, Sutera dan potensi pariwisata khususnya kepada publik negeri kincir angin itu, serta sebagai upaya membangkitkan kembali kenangan masyarakat Sulsel yang tinggal di Belanda dengan suasana Indonesia pada umumnya, terkhusus wilayah Sulawesi Selatan.

Ikuti TTF 2019 di Belanda, Delegasi Sulsel Mampu Pukau Pengunjung

Tak pelak menurut pantauan langsung Mediasulsel.com di lokasi pameran, sejak dibukanya event tersebut, Booth delegasi Sulsel selalu dipadati warga yang ingin bernostalgia dalam suasana Indonesia.

Nampak ribuan warga yang berasal dari berbagai negara di daratan Eropa, sejak hari pertama nampa memadati booth Sulsel yang berkonsep Toraja tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, selaku pimpinan delegasi Sulsel mengatakan, bahwa potensi Sulsel di bidang Industri, seperti kopi dan cokelat, produk UKM, Kuliner dan Pariwisata sengaja dibawa ke Denn Haag, Belanda, untuk memperkenalkan Sulsel serta mengajak masyarakat Sulsel yang ada di Belanda bisa bernostalgia dengan suasana Sulawesi Selatan.

“Kami bawa produk khas Sulsel, seperti baju bodo, tenun khas Toraja, beragam kuliner agar masyarakat Belanda lebih mengenal Sulsel. Sejauh ini mereka sangat tertarik mengunjungi booth Sulsel,” ungkap Ahmadi Akil.

Dengan booth berkonsep Toraja nampaknya cukup berhasil memikat perhatian masyarakat Belanda untuk menyaksikan beragam kerajinan, kuliner serta pernak penik dari Sulsel di area pavilun Indonesia.

“Sejauh ini, mereka sangat tertarik dengan Sulsel tetutama pesona Toraja, banyak tenun Toraja yang berhasil dijual dengan kisaran € 20-40, serta berbagai kerajinan dengan harga yang sangat terjangkau,” tegas Ahmad Akil.

Menurut sejumlah pengunjung yang ditemui Mediasulsel.com di lokasi pameran, TTF yang dihelat setiap tahun ini, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Belanda.

Bahkan, setiap tahunnya ratusan ribu orang dari berbagai negara di Eropa senantiasa hadir untuk bernostalgia bersama diaspora indonesia, serta menikmati sajian kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia, kesenian, dan berbagai produk asal indonesia dapat ditemukan di TTF.

Hal itu juga dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat Belanda yang memiliki koneksi kuat dengan Indonesia karena faktor sejarah di masa lalu, serta tidak sedikit dari mereka yang berminat untuk kembali berkunjung ke Indonesia dan banyak pula yang masih memiliki keluarga di Indonesia. (4ld/464Ys)