PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Barru

Industri Kapal Barru Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan Berkat Listrik PLN

1047
×

Industri Kapal Barru Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan Berkat Listrik PLN

Sebarkan artikel ini
Industri Kapal Barru Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan Berkat Listrik PLN
Industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan kini semakin efisien dan ramah lingkungan berkat kehadiran layanan elektrifikasi dari PLN. Program bertajuk electrifying marine ini terbukti mampu menekan biaya operasional hingga 23 persen per tahun, sekaligus mendukung program green shipyard yang bebas emisi.

BARRU—Industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan kini semakin efisien dan ramah lingkungan berkat kehadiran layanan elektrifikasi dari PLN. Program bertajuk electrifying marine ini terbukti mampu menekan biaya operasional hingga 23 persen per tahun, sekaligus mendukung program green shipyard yang bebas emisi.

Kerja sama antara PLN dan PT Layar Perkasa Nusantara menghadirkan suplai listrik sebesar 555 kilovolt ampere (kVA) untuk operasional galangan kapal, menggantikan mesin diesel yang selama ini digunakan.

Manager Production & Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir, menyebutkan seluruh peralatan galangan kapal kini beralih ke listrik. Selain lebih hemat, sistem ini juga mempercepat proses produksi.

“Kalau pakai diesel, operasional bisa tembus hampir satu miliar rupiah per tahun. Tapi dengan listrik dari PLN, hanya sekitar Rp730 juta saja,” ungkap Ashawir, Kamis (31/7/2025).

Ia pun mengapresiasi layanan PLN yang dinilai cepat dan andal. “Petugas PLN responsif, pasokan listrik stabil, dan sangat membantu proses industri kami,” tambahnya.

Selain soal efisiensi, penggunaan listrik juga dinilai lebih bersih dan senyap, menjauhkan polusi suara dan gas buang dari lingkungan kerja.

General Manager PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Edyansyah, menyebutkan bahwa electrifying marine merupakan bentuk nyata komitmen PLN mendukung pertumbuhan industri ramah lingkungan di wilayah pesisir.

“Program ini kami hadirkan sebagai solusi untuk pelaku usaha galangan kapal. Bukan cuma hemat, tapi juga ramah lingkungan tanpa suara bising dari mesin diesel,” ujarnya.

PLN sebelumnya telah menyuplai daya sebesar 394 kVA, dan kini menambah daya menjadi total 949 kVA demi menunjang aktivitas galangan kapal yang makin tinggi.

Dari sisi data, Edyansyah menyebutkan pertumbuhan penjualan listrik di wilayah Sulselrabar meningkat 9,79 persen secara tahunan (YoY) pada semester I 2025. Dari 5.329,99 GWh di semester I 2024, menjadi 5.851,56 GWh di tahun ini.

“Sistem kelistrikan di Sulawesi bagian selatan termasuk yang paling hijau di Indonesia, dengan 42 persen pasokannya bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT),” jelasnya.

Dengan kombinasi efisiensi biaya, dukungan industri, dan keberpihakan terhadap lingkungan, program electrifying marine di Barru menjadi bukti nyata transformasi energi menuju masa depan industri yang lebih hijau. (70n/Ag4ys/4dv)

Industri Kapal Barru Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan Berkat Listrik PLN
Petugas PLN tengah memasang kWh Meter galangan kapal, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com