Jaringan Internet Jadi Kendala Kuliah Daring Bagi Mahasiswa saat Pulang Kampung
Nurul Amelia Ramadhani, mahasiswa S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unismuh Makassar

MAKASSAR – Sudah dua kali surat edaran Rektor Unismuh Makassar, menetapkan segenap civitas akademika kampus melaksanakan kuliah online selama masa pandemi global wabah virus Corona yakni, Senin 16 s/d 28 Maret, kemudian diperpanjang 28 Maret s/d 11 April 2020.

Kebijakan kuliah online ditanggapi beragam di kalangan mahasiswa. Seperti dikatakan, Nurul Amelia Ramadhani, mahasiswa S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unismuh Makassar pada media, pekan pertama April 2020.

“Subsidi internet dari kampus saya setuju, karena masih diberikan meskipun sedikit tapi harus disyukuri karena di mana lagi mau ambil uang senilai Rp250.000,” kata gadis lulusan SMAN 5 Barru ini.

Menurutnya, tidak ada orang yang mau memberi uang secara cuma-cuma, karena jika di pikir secara logika Itu terlalu sedikit. “Karena mahasiswa tidak memakai fasilitas kampus seperti biasa,” katanya.

Akan tetapi masalah Covid-19 ini bukan keinginan pimpinan kampus. Seandainya sudah diketahui akan terjadi hal seperti ini, baru salah jika seluruh mahasiswa di suruh membayar penuh BPP, katanya pada media saat wawancara via online di Barru, Tanete Riaja tepatnya di Cempa.

Kelebihan kuliah daring, kata dia, bisa berkumpul bersama keluarga tanpa harus ke Makassar untuk mengikuti proses belajar

“Bisa menggunakan IT dengan sebenar-benarnya. Kekurangan dari kuliah online adalah jaringan internet,” kata mahasiswa semester II ini.

Kalau mahasiswa kembali ke desanya, terkadang soal jaringan internet kurang mendukung. Terlebih saat malam ada beberapa dosennya meminta untuk kuliah malam lewat aplikasi zoom.

Pembelajaran daring ke depan, agar dosen perlu memahami setiap surat edaran yang keluar. Kuliah sesuai jadwal resmi agar mahasiswa lebih nyaman dan bisa mengatur waktu.

“Mahasiswa jangan takut menyuarakan pendapat dan hak kebutuhannya di kampus. Jika pimpinan kampus ingin memberikan subisidi, maka berikan sekarang juga dan tidak menunda-nunda sampai tahun depan. Berikanlah yang sesuai kondisi mahasiswa tersebut,” pungkasnya. (*)