MAKASSAR – Kepala badan pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel Asri Sahrun Said Membukan kegiatan pelatihan dasar manajemen bencana pada masa pandemi covid-19 angkatan IX dilingkungan provinsi sulsel.Senin (14-9).

Kaban BPSDM Sulsel Asri Sahrun Said Mengatakan koordinasi dan kolaborasi sangat penting dalam setiap penanganan bencana agar berjalan baik sesuai rencana.

“Jadi ini adalah kegiatan kolaborasi yang didalamnya terdiri dari beberapa elemen yang tentunya saling terintegrasi dalam melaksanakan setiap penanganan bencana,”Ungkapnya.

Ia menjelaskan Masing-masing lembaga atau instansi apa bila berjalan sendiri-sendiri pada saat terjadinya bencana maka tidak akan berjalan maksimal.

“Kalau lembaga atau instansi jalan sendiri tidak akan menyelesaikan permasalahan sehingga keterpaduan kita menjadi landasan utama dengan satu komando dalam bekerja dilokasi bencana,”Jelasnya.

Kaban BPSDM lebih jauh mengaku provinsi sulsel merupakan wilayah yang cukup rawan terjadinya bencana baik banjir,tanah longsor maupun lainnya.

“Kita harus menyadari bahwa kita hidup didaerah yang rawan bencana sehingga harus dilakukan langkah antisipasi dan persiapan dalam menghadapi segala hal-hal yang tidak diinginkan,”Pungkanya.

Mantan Kepala BKD Sulsel ini berharap dari kegiatan ini akan lahir rekomendasi pemetaan wilayah rawan bencana disulsel.

“Saya berharap dalam kegiatan ini akan banyak saran,masukan dan evaluasi dalam rangka peningkatan kapasitas individu maupun sistem penanganan,termasuk akan lahir rekomendasi pemetaan wilayah rawan bencana disulsel,”Harapnya.

Ia menambahkan dimasa pandemi covid-19,penerapan protokol kesehatan secara ketat harus dilakukan termasuk terus mengsosialisasikan ke masyarakat.

“Gubernur sulsel dalam berbagai kesempatan terus menyampaikan untuk melakukan pencegahan dan mitigasi selama pandemi covid-19 diantaranya dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,Dan kehadiran semua peserta menjadi bagian untuk mengawal ini,”Tambahnya.

“Kami di BPSDM selama pandemi covid melakukan diklat secara virtual maupun tatap muka, tapi untuk tatap muka hanya dilakukan untuk hal-hal yang urgent Serta tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu Ketua panitia Hariani Haruji Menambahkan Tujuan kegiatan pelatihan dasar manajemen bencana pada masa pandemi covid-19 angkatan IX untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta dalam penangulangan bencana.

“Jadi Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kwalitas para peserta dalam penanganan bencana,”Ungkapnya.

Ia menyebutkan kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai instansi dan lembaga terkait dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya.

“Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta baik PMI, Dinas Sosial,SAR,BPBD Sulsel dan Kota Makassar, Dinas PU,Dinas Sosial,Satpol PP,TNI AD, serta unsur lainnya, dengan mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari narasumber yang berkompeten dibidangnya.”Sebutnya.

Hariani Haruji Menambahkan kegiatan pelatihan dasar manajemen bencana pada masa pandemi covid-19 angkatan IX berlansung dari tanggal 14 sampai 18 september.

“Kegiatan ini berlansung selama 4 hari,yang diharapkan seluruh peserta akan kompeten dan profesional dibidang kebencanaan.”Tutupnya. [*]