BARRU – Diare mengintai siapa saja, terutama anak-anak. Menjawab ancaman tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 Desa Manuba turun langsung mengedukasi anak usia dini hingga masyarakat tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Program bertajuk “Edukasi PHBS dalam Pencegahan Diare melalui Video Interaktif: Pentingnya Air Minum Aman dan Cuci Tangan Pakai Sabun pada Anak Usia Dini” itu digelar di KB Pelita Alam, SDN 131 Barru, dan Dusun Barantang, Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Kegiatan berlangsung pada 29 Juli, 4 Agustus, dan 5 Agustus 2026 dengan menyasar 38 peserta. Mereka terdiri dari 10 anak TK, 19 siswa SD kelas 1–2, serta 9 masyarakat Desa Manuba.
Di KB Pelita Alam, mahasiswa KKN mengajak 10 anak belajar mengenali kebiasaan hidup bersih melalui video edukasi dan presentasi sederhana. Materi kemudian diperkuat dengan demonstrasi enam langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang disesuaikan dengan usia peserta.
Untuk mengukur pemahaman anak, mahasiswa memberikan pre-test bergambar sebelum edukasi dan post-test setelah kegiatan. Suasana berlangsung interaktif. Anak-anak antusias menonton video, menjawab pertanyaan hingga mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang benar.
Edukasi berlanjut ke SDN 131 Barru dengan melibatkan 19 siswa kelas 1–2. Para siswa mendapat pemahaman mengenai penyebab diare, pentingnya air minum yang aman, serta kebiasaan CTPS.
Tak hanya mendengarkan materi, siswa diajak mempraktikkan enam langkah mencuci tangan pakai sabun. Pengetahuan peserta juga diukur melalui pre-test dan post-test. Untuk memperkuat pesan edukasi, mahasiswa memasang poster PHBS di lingkungan sekolah agar siswa dapat mengingat dan menerapkan kebiasaan tersebut setiap hari.
Sasaran edukasi kemudian diperluas kepada masyarakat Dusun Barantang. Sebanyak 9 warga mengikuti penyuluhan mengenai keamanan air minum, kebersihan lingkungan, serta pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun untuk mencegah diare.
Mahasiswa menyampaikan materi melalui presentasi, membagikan leaflet, kemudian membuka ruang diskusi dan tanya jawab. Warga diberi kesempatan menceritakan pengalaman sekaligus persoalan kebersihan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Evaluasi kembali dilakukan melalui pre-test dan post-test. Leaflet yang dibagikan juga diharapkan dapat menjadi bahan informasi yang bisa dibaca ulang dan diterapkan bersama keluarga di rumah.
Secara keseluruhan, program tersebut menjangkau 38 peserta. Mahasiswa KKN berharap edukasi tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi berubah menjadi kebiasaan sehari-hari, terutama dalam memastikan air minum aman dan membiasakan cuci tangan pakai sabun.
Dengan membangun kesadaran sejak usia dini hingga tingkat keluarga, program ini diharapkan ikut memperkuat PHBS sekaligus menekan risiko kejadian diare di Desa Manuba. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Jilwah Fatimah Iftah Minniah (Mahasiswa Psikologi Unhas)













