PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Polda Sulsel Bekuk 17 Tersangka Penimbun BBM BersubsidiBBM Langka di Jeneponto, Paris Yasir Minta OPD Tidak Hanya Andalkan LaporanPerang Kelompok Berulang, Aditarina-Bitowa Lama Sepakat BerdamaiBPKP Turun ke Bone, Penyidikan Dugaan Korupsi PDAM Masuk Babak SeriusSurat DPP NasDem Sudah di DPRD Jeneponto, Pergantian Ketua Tinggal Tunggu ParipurnaPlt. Camat Manggala Turun Tangan Redam Bentrokan, Anak Sekolah Jadi PerhatianPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Polda Sulsel Bekuk 17 Tersangka Penimbun BBM BersubsidiBBM Langka di Jeneponto, Paris Yasir Minta OPD Tidak Hanya Andalkan LaporanPerang Kelompok Berulang, Aditarina-Bitowa Lama Sepakat BerdamaiBPKP Turun ke Bone, Penyidikan Dugaan Korupsi PDAM Masuk Babak SeriusSurat DPP NasDem Sudah di DPRD Jeneponto, Pergantian Ketua Tinggal Tunggu ParipurnaPlt. Camat Manggala Turun Tangan Redam Bentrokan, Anak Sekolah Jadi Perhatian
Media Kampus

Jemput Warga dari Rumah, Mahasiswa KKN Unhas Deteksi 35 Kasus Tekanan Darah Tinggi di Tellumpanua

58
×

Jemput Warga dari Rumah, Mahasiswa KKN Unhas Deteksi 35 Kasus Tekanan Darah Tinggi di Tellumpanua

Sebarkan artikel ini
Jemput warga
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas melaksanakan program Sehat Bersama melalui Cek Kesehatan Gratis Desa Tellumpanua melalui pendekatan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah warga, Senin (3/8/2026). (Foto: Nur Atikah)

BARRU – Tak menunggu warga datang ke lokasi pemeriksaan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) memilih mengetuk pintu rumah warga.

Pendekatan jemput bola itu menjadi bagian dari program SEHATI (Sehat Bersama melalui Cek Kesehatan Gratis Desa Tellumpanua) yang digelar di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Senin 3 Agustus 2026.

Selain membuka layanan pemeriksaan di Aula Kantor Desa Tellumpanua, mahasiswa bergerak dari rumah ke rumah untuk menjangkau warga yang tidak sempat datang maupun memiliki keterbatasan untuk mengikuti pemeriksaan di lokasi.

Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Selasa (11/8/2026), sebanyak 52 warga berhasil diperiksa melalui kegiatan tersebut. Pemeriksaan mencakup tekanan darah dan kadar gula darah sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari 52 warga yang diperiksa, 35 orang memiliki tekanan darah di atas normal. Rinciannya, 19 warga masuk kategori pre-hipertensi, 11 orang hipertensi tingkat 1, dan 5 orang hipertensi tingkat 2. Sementara 17 warga lainnya berada dalam kategori tekanan darah normal.

Temuan juga terlihat dari pemeriksaan gula darah. Sebanyak 8 warga masuk kategori diabetes, sedangkan 44 warga lainnya berada dalam kategori normal.

Koordinator Desa KKN-PK 69 Unhas, M. Xavier Syafwan A.P, mengatakan layanan door to door sengaja dilakukan agar pemeriksaan tidak hanya menjangkau masyarakat yang mampu datang ke lokasi kegiatan.

“Kami menyadari bahwa tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk datang ke lokasi pemeriksaan. Karena itu, kami mencoba melakukan pendekatan door to door agar pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.

Menurutnya, hasil skrining menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan meski seseorang merasa sehat. Tekanan darah tinggi dan gangguan kadar gula darah pada tahap awal kerap tidak disertai keluhan yang berarti.

Warga yang memperoleh hasil pemeriksaan dengan faktor risiko tertentu juga diberikan edukasi dan diarahkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan agar skrining tidak berhenti sebatas mengetahui hasil, tetapi berlanjut pada penanganan yang tepat.

Melalui SEHATI, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas mencoba mengubah pola layanan kesehatan dari sekadar menunggu menjadi mendatangi warga secara langsung. Bagi mahasiswa, satu pintu rumah yang diketuk bisa menjadi pintu awal untuk menemukan risiko penyakit lebih dini. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Nur Atikah Firdaus (Mahasiswa FKM Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com