BARRU – Probiotik selama ini mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) mencoba mengubah pengetahuan tentang bakteri baik itu menjadi keterampilan yang bisa dipraktikkan langsung di rumah.
Melalui program individu GELIA-BIOTIK (Gerakan Peduli Imunitas melalui Probiotik), mahasiswa KKN menggelar edukasi sekaligus workshop fermentasi skala rumah tangga bagi masyarakat di Dusun Alakkang dan Barantang, Desa Manuba, Kabupaten Barru.
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Selasa (11/8/2026), program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran probiotik sekaligus memperkenalkan cara sederhana mengolah pangan fermentasi secara mandiri.
Kegiatan tidak berhenti pada pemaparan materi. Warga terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai probiotik, manfaatnya bagi kesehatan, serta kaitannya dengan keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
Mahasiswa kemudian memperkenalkan sejumlah pangan fermentasi yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif agar warga tidak hanya mengetahui istilah probiotik, tetapi memahami manfaat dan penerapannya dalam pola konsumsi sehari-hari.
Bagian yang paling menarik adalah sesi praktik. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan langsung proses pembuatan produk fermentasi skala rumah tangga, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, tahapan pengolahan hingga teknik penyimpanan yang tepat.
Dengan metode tersebut, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut melihat dan memahami proses pembuatan secara langsung. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, dengan sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar manfaat probiotik serta pengolahan pangan fermentasi.
Ketua pelaksana GELIA-BIOTIK, Muh. Rezky Fahreza Risal, mengatakan program tersebut sengaja dirancang dengan menggabungkan edukasi kesehatan dan praktik agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti sebagai teori.
“Melalui program GELIA-BIOTIK, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya probiotik bagi kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah produk fermentasi secara mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan sederhana yang diperoleh warga diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi kesehatan keluarga.
GELIA-BIOTIK menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-PK Unhas yang mencoba membawa pengetahuan kesehatan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari mengenal bakteri baik hingga belajar membuat pangan fermentasi sendiri, warga Desa Manuba diajak menjadikan pengetahuan kesehatan sebagai keterampilan yang bisa dipraktikkan dari rumah. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Jilwah Fatimah Iftah Minniah (Mahasiswa Psikologi Unhas)













