PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Media Kampus

Bukan Sekadar Edukasi, Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Warga Manuba Bikin Pangan Fermentasi di Rumah

28
×

Bukan Sekadar Edukasi, Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Warga Manuba Bikin Pangan Fermentasi di Rumah

Sebarkan artikel ini
Pangan Fermentasi
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas menggelar edukasi sekaligus workshop fermentasi skala rumah tangga bagi masyarakat di Dusun Alakkang dan Barantang, Desa Manuba, Kabupaten Barru. (Foto: Jilwah Fatimah)

BARRU – Probiotik selama ini mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) mencoba mengubah pengetahuan tentang bakteri baik itu menjadi keterampilan yang bisa dipraktikkan langsung di rumah.

Melalui program individu GELIA-BIOTIK (Gerakan Peduli Imunitas melalui Probiotik), mahasiswa KKN menggelar edukasi sekaligus workshop fermentasi skala rumah tangga bagi masyarakat di Dusun Alakkang dan Barantang, Desa Manuba, Kabupaten Barru.

Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Selasa (11/8/2026), program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran probiotik sekaligus memperkenalkan cara sederhana mengolah pangan fermentasi secara mandiri.

Kegiatan tidak berhenti pada pemaparan materi. Warga terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai probiotik, manfaatnya bagi kesehatan, serta kaitannya dengan keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.

Mahasiswa kemudian memperkenalkan sejumlah pangan fermentasi yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif agar warga tidak hanya mengetahui istilah probiotik, tetapi memahami manfaat dan penerapannya dalam pola konsumsi sehari-hari.

Bagian yang paling menarik adalah sesi praktik. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan langsung proses pembuatan produk fermentasi skala rumah tangga, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, tahapan pengolahan hingga teknik penyimpanan yang tepat.

Dengan metode tersebut, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut melihat dan memahami proses pembuatan secara langsung. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, dengan sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar manfaat probiotik serta pengolahan pangan fermentasi.

Ketua pelaksana GELIA-BIOTIK, Muh. Rezky Fahreza Risal, mengatakan program tersebut sengaja dirancang dengan menggabungkan edukasi kesehatan dan praktik agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti sebagai teori.

“Melalui program GELIA-BIOTIK, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya probiotik bagi kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah produk fermentasi secara mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan sederhana yang diperoleh warga diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi kesehatan keluarga.

GELIA-BIOTIK menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-PK Unhas yang mencoba membawa pengetahuan kesehatan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari mengenal bakteri baik hingga belajar membuat pangan fermentasi sendiri, warga Desa Manuba diajak menjadikan pengetahuan kesehatan sebagai keterampilan yang bisa dipraktikkan dari rumah. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Jilwah Fatimah Iftah Minniah (Mahasiswa Psikologi Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com