PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Media Kampus

Bukan Sekadar Baca Buku, Siswa Kelara Dibakar Semangat Literasi Lewat Membaca Nyaring

57
×

Bukan Sekadar Baca Buku, Siswa Kelara Dibakar Semangat Literasi Lewat Membaca Nyaring

Sebarkan artikel ini
membaca nyaring

JENEPONTO — Membaca buku tak lagi sekadar aktivitas duduk diam dan menyimak. Siswa UPT SDN 3 Kelara dan UPT SDN 25 Kelara justru diajak aktif memahami cerita, berdiskusi, hingga berani menyampaikan pendapat melalui kegiatan Membaca Nyaring yang digelar di lingkungan sekolah dan Perpustakaan Tombolo Smart Plus.

Kegiatan tersebut menjadi cara untuk mengenalkan literasi kepada anak dengan pendekatan yang lebih hidup. Siswa tidak hanya mendengarkan cerita yang dibacakan, tetapi juga diajak memperhatikan isi bacaan, memahami pesan, menjawab pertanyaan, dan memberikan tanggapan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti cerita dengan saksama dan terlibat dalam interaksi yang berlangsung. Kesempatan bertanya dan menjawab membuat kegiatan membaca terasa lebih dekat dengan dunia anak.

Dalam keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Selasa (11/8/2026), membaca nyaring dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kebiasaan literasi sejak usia dini. Metode ini membantu siswa mengenal kosakata baru, meningkatkan kemampuan menyimak, memahami alur cerita, sekaligus mengasah kemampuan mengingat informasi.

Tak hanya soal membaca, siswa juga dilatih untuk berkomunikasi. Ketika diminta menceritakan kembali isi bacaan maupun menyampaikan pendapat, mereka mendapatkan ruang untuk melatih keberanian berbicara dan menyampaikan gagasan secara runtut.

Perpustakaan Tombolo Smart Plus turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman diharapkan dapat semakin mendekatkan siswa dengan buku sekaligus memperkenalkan mereka pada beragam bacaan dan pengetahuan.

Kolaborasi UPT SDN 3 Kelara dan UPT SDN 25 Kelara menunjukkan bahwa membangun budaya literasi membutuhkan dukungan bersama. Sekolah, perpustakaan, dan keluarga memiliki peran penting agar kebiasaan membaca tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Lebih jauh, membaca nyaring juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir siswa sejak dini. Anak dibiasakan mendengarkan informasi, memahami maknanya, mengingat bagian penting, lalu menghubungkannya dengan pengalaman maupun pengetahuan yang telah dimiliki.

Budaya literasi memang tidak lahir dari satu kegiatan. Namun, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi penting. Membaca nyaring menjadi salah satu cara untuk membuat anak mengenal buku sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban dalam proses belajar.

Melalui kegiatan tersebut, siswa Kelara diharapkan semakin dekat dengan buku dan memiliki ketertarikan untuk membaca secara mandiri. Sebab, dari cerita yang didengarkan, anak belajar memahami. Dari buku, mereka menemukan pengetahuan. Dan dari kebiasaan membaca sejak dini, tumbuh generasi yang lebih percaya diri, berwawasan, dan siap menghadapi tantangan pembelajaran di masa depan. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Alfian A. (mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com