MAKASSAR – Pemerintah Provinsi sulsel Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel terus melakukan berbagai langkah dan terobosan dalam menggerakkan ekonomi desa sesuai dengan arahan dan keinginan Gubernur sulsel.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel, Dr Ashari Fakhsirie Radjamilo MSi,Mengatakan dimasa pandemi covid-19,ada 3 kegiatan yang diwajibkan dalam pendanaan dana desa, yakni, untuk penanganan Covid-19, untuk Kegiatan Padat Karya Tunai (PKT), dan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Dalam Penggunaan dana desa ada tiga yang diwajibkan yakni untuk penanganan Covid-19, untuk Kegiatan Padat Karya Tunai (PKT), dan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT),Ungkapnya.

Ia Menyebutkan dari semua kunjungan yang dilalukan dibeberapa desa disulsel hampir semua telah mengikuti 3 kegiatan yang diwajibkan dalam pendanaan dana desa.

“Khusus tahun ini, sesuai arahan pimpinan untuk banyak keliling ke desa disulsel kami melihat upaya pencegahan dan penganan covid-19 sudah dilakukan dengan baik seperti di desa baraniya kecamatan sinjai barat kabupaten sinjai yang menyiapkan tempat cuci tangan disetiap rumah didalam desanya,termasuk aparat desa rutin menyampaikan dan menghimbau terkait penerapan protokol kesehatan,”Sebutnya.

Kadis PMD Sulsel, Dr Ashari Fakhsirie Radjamilo MSi Juga Mengaku untuk kegiatan padat karya didesa baraniya telah dilakukan secara baik dengan membuat akses jalan ke lokasi wisata air terjun dengan menggunakan
anggaran dana desa (ADD) termasuk yang berada dikampung galung, yang saat menjadi daya tarik wisata.

“BLT DD dikabupaten sinjai sudah masuk tahap kelima bahkan di bulan oktober ini sudah masuk tahap ke enam,Dimana untuk PKT disana ada dua momen pemamfaatan anggaran mulai dari membuka jalan masuk. Kelokasi air terjun serta dikampung galung,membuat gasebo serta kolam renang yang memberi keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,”Ucapnya.

Ia Menjelaskan setiap pengunjung atau wisatawan yang masuk dikawasan air terjun maupun kampung galung yang dikelola oleh bumdes harus membayar restribusi.

“Dari laporan kepala desa dari hasil restribusi seperti penyewaan gasebo,kolam renang maupun lainnya bisa mendapatkan tiga sampai lima juta perbulan yang semuanya dikelola oleh bumdes,yang tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,”Jelasnya.

Dr Ashari Fakhsirie Radjamilo MSi,Menambahkan sesuai keinginan Gubernur sulsel untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat didesa melalui Dana Desa terus berjalan dengan baik.

“Saya kira seperti di desa baraniya kecamatan sinjai barat kabupaten sinjai,ekonomi masyarakat pasti akan semakin meningkat,bahkan menurut penyampaian kepala desa bahwa kedepannya setiap pengunjung yang ingin masuk kekampung galung harus menggunakan dokar atau kendaraan khusus yang dimiliki masyarakat,Tambahnya.

“Kami juga terus mendorong agar aparat desa terus membuat inovasi dan terobosan dalam memajukan desanya,apa lagi ditengah pandemi covid-19 ,Tutupnya. [*]