Kadis Perdagangan Sulsel: Dry Port akan menjadi titik tumbuh ekonomi baru
Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan. (Foto: Ist)

MAKASSAR—Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Ashari Fakhsirie Radjamilo mengaku, Pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port yang akan menjadi hub untuk wilayah Selatan akan menjadi titik tumbuh ekonomi baru.

“Jadi ini akan menjadi titik tumbuh ekonomi baru dan ini sangat luar biasa ide Pak Gubernur, karena bisa kita lihat kalau kita naik ke kabupaten jeneponto banyak truk pengankut barang yang akan di bawa dan diekspor melalui pintu Makassar New Port (MNP),” ungkap Ashari kepada Mediasulsel.com, Senin (3/5/2021).

Ia menjelaskan, Plt Gubernur Sulsel bersama Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Pemkab Jeneponto telah melakukan penandatanganan MOU untuk menghadirkan Pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port

“Pak Gubernur harap ada di kabupaten Jeneponto, maka telah dilakukan penandatanganan MOU pada hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-158 di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu (1/5) lalu dan nantinya akan sama seperti di cikarang,” jelasnya.

Lebih jauh Ashari menyampaikan, Dinas Perdagangan diberi tanggung jawab agar semuanya berjalan dengan baik.

“Ini termasuk program kami dan kita diberi tanggung jawab penuh sampai berdiri dan beroperasinya Dry Port,” tuturnya.

Hadirnya Dry Port pastinya akan semakin meningkatkan pendapatan asli daerah, dan terbukanya lapangan kerja.

“Pastinya PAD akan meningkat karena ada sertifikasi mutu barang yang dikeluarkan pemerintah provinsi sulsel, terbukanya lapangan kerja sehingga masyarakat jeneponto tidak perlu ke makassar untuk mencari kerja,” ucapnya.

Pembangunan Pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port juga akan dilakukan di kota Palopo dan kabupaten Barru.

“Setelah idul fitri kita bersama semua pihak terkait akan melakukan peninjauan lapangan ke kabupaten barru dan palopo, ini juga sebagian bagian mengantisipasi lonjakan bongkar muat barang setelah MNP selesai,” bebernya.

Mantan PJ Bupati Bantaeng ini menambahkan, perluasan direct call akan terus dilakukan. “Pak Gubernur perintahkan buka jalur direct cal dan saat ini sudah masuk di malaysia singapura, Hongkong dan Arab Saudi,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman belum lama ini  mengatakan, melalui Dry Port ini akan menjadi pangkalan transit barang dari dan ke wilayah bagian Selatan.

Menurutnya hal ini sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah selatan, baik Jeneponto maupun daerah lainnya. ”Kita akan bangun Dry Port bersama PT Pelindo sebagai hub di Jeneponto,” katanya.

“Ini kalau ada nanti hub-nya disini malahan dari Takalar, dari Bantaeng ditarik barangnya masuk kesitu (Dry Port) nanti masuk kontainer baru dikirim. Sehingga, nanti tidak boleh ada truk pengangkut barang yang langsung mengirim ke lokasi pengiriman melainkan harus masuk ke Dry Port terlebih dahulu,” terangnya.

Hadirnya Dry Port ini, kata dia, nantinya akan mengurangi dampak kemacetan dan lebih mudah mendatangkan eksportir di Kabupaten berjuluk Butta Turatea ini.

“Jadi tidak banyak truk masuk kota. Lebih mudah juga bagi para eksportir, para pelaku rumput laut, petani buah, dan sebagainya, Jeneponto nanti akan ada eksportir sehingga akan ada geliat ekonomi disini,” pungkasnya. (*)