Beranda » News » Karena Warisan, Empat Anak Ini Gugat Ibu Kandungnya Rp.1,6 M
News

Karena Warisan, Empat Anak Ini Gugat Ibu Kandungnya Rp.1,6 M

BANDUNG – Empat orang anak menggugat ibu kandungnya yang bernama Cicih (78) sebesar Rp 1,6 miliar ke Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat karena masalah harta warisan.

Cicih dituduh telah menjual tanah warisan ayahnya yang sudah meninggal tanpa sepengetahuan ke empat anaknya, keempat anak kandung yang menggugat itu ialah Ai Sukawati, Dede Rohayati, Aji Rusbandi, dan Ai Komariah.

Sidang perdana gugatan tersebut digelar di PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (20/2) dan masih dalam tahap mediasi.

Kendati digugat, Wanita paruh baya itu mengaku memaafkan anaknya yang telah memeja hijaukannya.

”Saya memaafkan perbuatan anak saya, namanya juga orang tua kepada anaknya selalu memaafkan,” kata Cicih si

Selain ibu kandungnya, para penggugat juga menggugat Iis Rila Sundari, serta adik bungsunya sebagai turut tergugat.

Tina Tulianti sebagai kuasa hukum penggugat mengatakan bahwa kasus ini jangan dipelintir seolah-olah anak kandung menggugat ibunya, melainkan tentang perbuatannya yakni ada warisan yang dijual tanpa persetujuan ahli waris lainnya.

”Jangan dilihat dari anak gugat ibu kandung. Tapi perbuatannya. Sekarang lagi mediasi, mudah-mudahan ada titik terang,” ujarnya usai mediasi.

Sementara itu, kuasa hukum Cicih, Agus Sihombing secara mengungkapkan bahwa kasus tersebut bermula saat tergugat menjual sebidang tanah yang telah dihibahkan almarhum suaminya S Udin kepada Iis bidan yang mengontrak di tanah dan sebagian bangunan rumah yang ditinggalinya.

”Karena selama hidupnya, klien kami tidak diperhatikan anak-anaknya,” kata Agus.

Agus juga mengungkapkan bahwa, Cicih terpaksa menjual tanahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama cucunya.

“Ibu Cicih enggak punya uang lagi. Karena merasa bagian dia, untuk mempertahankan hidupnya terpaksa dia jual,” tambah Agus.

Sepeninggal suaminya, Cicih tidak memiliki penghasilan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sehingga terpaksa harus berhutang kepada tetangga sekitar. Sementara keempat anaknya seperti kurang peduli terhadap Cicih bahkan jarang menengoknya.

“Dilupakan intinya. Bayangkan ada seorang janda tua, punya anak tapi gak pernah dijenguk,” kata dia.

Selain itu, menurut kuasa hukum Cicih, keempat anaknya sudah mendapatkan warisan dari almarhum suaminya. Sedangkan, anak bungsunya belum mendapatkan lantaran masih belum cukup umur waktu itu.

”Keempat anaknya sudah menjual tanah warisan tanpa sepengetahuan ibu kandungnya, itu tidak dipermasalahkan. Kenapa sekarang mereka menggugat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil mediasi, para penggugat, meminta sang ibu untuk mengembalikan uang hasil penjualan harta warisan. Namun, sang ibu tidak sanggup memenuhinya karena uang tersebut telah habis untuk membayar hutang dan kebutuhan hidup lainnya. [*/4ld]