BONE — Upaya mencegah anemia dan stunting terus didorong sejak usia remaja. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi siswi SMP Negeri Satap 6 Ponre, Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, tentang pentingnya rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Minggu (16/8/2026), edukasi tersebut menjadi salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-PK Unhas sebagai langkah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan anemia sekaligus stunting.
Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswi. Mahasiswa kemudian memberikan materi mengenai anemia, stunting, manfaat TTD, cara konsumsi yang tepat, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan post-test, diskusi interaktif dan pembagian TTD kepada para siswi.
Penanggung jawab program, Rifqa Alifsyah Tamher Renleew, mengatakan edukasi tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan di Desa Mattampae. Identifikasi itu menunjukkan terdapat balita yang berada dalam kondisi rentan stunting sehingga pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak remaja.
“Pencegahan stunting tidak dimulai ketika seorang perempuan sudah hamil, tetapi sejak masih remaja. Melalui edukasi ini kami berharap para siswi memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin agar terhindar dari anemia dan kelak dapat melahirkan generasi yang sehat,” ujar Rifqa.
Menurutnya, masa remaja menjadi momentum penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Pengetahuan mengenai anemia dan manfaat TTD diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak SMP Negeri Satap 6 Ponre menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala sekolah dan sejumlah guru menyebut para siswi selama ini memang rutin memperoleh TTD dari puskesmas. Namun, sebagian siswi masih enggan mengonsumsinya karena menganggap tablet tersebut memiliki rasa kurang enak dan berbau amis.
Melalui edukasi yang diberikan mahasiswa KKN-PK Unhas, pihak sekolah berharap pemahaman siswi mengenai manfaat TTD semakin meningkat sehingga mereka lebih bersedia mengonsumsinya secara rutin.

Para siswi mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai manfaat TTD serta penerapan pola hidup sehat. Mahasiswa KKN-PK Unhas berharap edukasi tersebut dapat memperkuat kesadaran remaja putri mengenai pentingnya pencegahan anemia dan stunting sejak dini.
Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 atau Zero Hunger dan poin 3 atau Good Health and Well-being, dengan mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Rifqa Alifsyah TR. (Mahasiswa FKM Unhas)













