PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
News

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswi SMP di Bone Cegah Anemia dan Stunting Sejak Remaja

95
×

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswi SMP di Bone Cegah Anemia dan Stunting Sejak Remaja

Sebarkan artikel ini
SMP Negeri Satap 6 Ponre
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas mengedukasi siswi SMP Negeri Satap 6 Ponre, Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, tentang pentingnya rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). (Foto: Dok Rifqa)

BONE — Upaya mencegah anemia dan stunting terus didorong sejak usia remaja. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi siswi SMP Negeri Satap 6 Ponre, Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, tentang pentingnya rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Minggu (16/8/2026), edukasi tersebut menjadi salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-PK Unhas sebagai langkah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan anemia sekaligus stunting.

Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswi. Mahasiswa kemudian memberikan materi mengenai anemia, stunting, manfaat TTD, cara konsumsi yang tepat, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan post-test, diskusi interaktif dan pembagian TTD kepada para siswi.

Penanggung jawab program, Rifqa Alifsyah Tamher Renleew, mengatakan edukasi tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan di Desa Mattampae. Identifikasi itu menunjukkan terdapat balita yang berada dalam kondisi rentan stunting sehingga pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak remaja.

“Pencegahan stunting tidak dimulai ketika seorang perempuan sudah hamil, tetapi sejak masih remaja. Melalui edukasi ini kami berharap para siswi memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin agar terhindar dari anemia dan kelak dapat melahirkan generasi yang sehat,” ujar Rifqa.

Menurutnya, masa remaja menjadi momentum penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Pengetahuan mengenai anemia dan manfaat TTD diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak SMP Negeri Satap 6 Ponre menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala sekolah dan sejumlah guru menyebut para siswi selama ini memang rutin memperoleh TTD dari puskesmas. Namun, sebagian siswi masih enggan mengonsumsinya karena menganggap tablet tersebut memiliki rasa kurang enak dan berbau amis.

Melalui edukasi yang diberikan mahasiswa KKN-PK Unhas, pihak sekolah berharap pemahaman siswi mengenai manfaat TTD semakin meningkat sehingga mereka lebih bersedia mengonsumsinya secara rutin.

SMP Negeri Satap 6 Ponre1
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas foto bersama siswi SMP Negeri Satap 6 Ponre, Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. (Foto: Dok Rifqa)

Para siswi mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai manfaat TTD serta penerapan pola hidup sehat. Mahasiswa KKN-PK Unhas berharap edukasi tersebut dapat memperkuat kesadaran remaja putri mengenai pentingnya pencegahan anemia dan stunting sejak dini.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 atau Zero Hunger dan poin 3 atau Good Health and Well-being, dengan mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Rifqa Alifsyah TR. (Mahasiswa FKM Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com