Advertisement - Scroll ke atas
Inspirasi

Kenali Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme: Musuh Besar yang Diam-Diam Merugikan Kita

835
×

Kenali Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme: Musuh Besar yang Diam-Diam Merugikan Kita

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.COM—Istilah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Tiga perilaku ini sering disebut sebagai penyakit kronis yang merugikan negara, melemahkan kepercayaan publik, dan menghambat pembangunan.

Namun, agar tidak sekadar jadi istilah, mari kita pahami dengan sederhana apa yang dimaksud dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Korupsi terjadi ketika seseorang menyalahgunakan kekuasaan atau jabatan untuk keuntungan pribadi. Contoh paling nyata adalah pejabat yang menggunakan dana publik untuk kepentingan pribadi, seperti membeli barang mewah atau memperkaya diri.

Padahal, dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, kolusi bisa diartikan sebagai kerja sama curang antara dua pihak atau lebih demi keuntungan tertentu. Misalnya, pejabat dan kontraktor sepakat mengatur sebuah proyek agar kontraktor tertentu selalu menang tender. Akibatnya, proyek berjalan tidak maksimal dan rakyat yang dirugikan.

Berbeda lagi dengan nepotisme. Ini terjadi saat seseorang mengutamakan keluarga atau kerabat dekat untuk mendapatkan jabatan atau keuntungan, meski tidak memiliki kompetensi yang memadai. Akibatnya, orang-orang yang lebih layak justru tersingkir, dan kualitas kerja pun menurun.

Tiga praktik ini sama-sama merusak tatanan bangsa. Korupsi menggerogoti keuangan negara, kolusi merusak keadilan, sementara nepotisme mematikan kesempatan bagi mereka yang sebenarnya berkompeten. (*)

error: Content is protected !!