Beranda ยป Iptek ยป Kenapa Abu Vulkanik Gunung Merapi Membahayakan Pesawat ?
Iptek

Kenapa Abu Vulkanik Gunung Merapi Membahayakan Pesawat ?

IPTEK – Aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, Bali terhenti akibat erupsi Gunung Agung yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Hari ini, Senin (27/11), Sebanyak 445 penerbangan, yang terdiri dari 196 penerbangan domestik dan 249 penerbangan internasional, dibatalkan hingg membuat 59,000 penumpang terlantar.

Namun, Mengapa operasi bandara sampai ditutup? Seberapa bahayakah debu letusan gunung berapi bagi pesawat terbang?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh NASA, debu gunung berapi bisa merusak fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.

Abu akan mengganggu sensor di bagian atas depan pesawat yang mengukur kecepatan angin sehingga bisa mengacaukan data.
Abu bisa menggores kaca sehingga mengganggu pandangan dari kabin pilot.

Mesin pesawat adalah penghisap raksasa. Abu yang tersedot akan meningkatkan suhu mesin secara drastis.
Abu akan menyelimuti bilah turbin layaknya cat sehingga menghalangi aliran udara ke dalam mesin. Akibatnya mesin kehilangan daya dorong atau mati.

Foto By: INT

Abu yang menumpuk di mesin bisa mengacaukan sistem deteksi suhu bahan bakar. Akibatnya pasokan bahan bakar bisa tidak sesuai dengan temperatur mesin yang sesungguhnya. Mesin bisa panas sehingga merusak turbin dan bahkan menyebabkan mesin mati.

Hal itu telah terbukti dari insiden yang pernah dialami oleh pesawat Boeing 747-200 milik maskapai British Airways. Pesawat dengan callsign Speedbird 9 (nomor penerbangan BA09) itu pada 24 Juni 1982 melakukan penerbangan rute Kuala Lumpur – Perth.

Di tengah perjalanan, saat melintasi Pulau Jawa, Indonesia, Speedbird 9 terperangkap di tengah abu letusan Gunung Galunggung.

Empat mesin B747 tersebut mati karena menyedot debu silika Gunung Galunggung. Pilot kemudian memutuskan untuk menurunkan ketinggian jelajah dari 36.000 kaki ke 12.000 kaki. Beruntung, pilot akhirnya berhasil kembali menyalakan mesin pesawat setelah terbang di ketinggian yang lebih rendah dan terbebas dari kepungan abu vulkanik.

Jika tidak segera menurunkan ketinggian dan terbebas dari kepungan abu vulkanik, bisa jadi malapetaka yang lebih besar tidak terhindarkan saat itu, seperti pesawat yang bakal mengalami disintegrasi dan sebagainya. [*/4ld]