OPINI—Kebijakan luar negeri Indonesia berlandaskan prinsip “bebas aktif”, yang memberikan kebebasan untuk menentukan arah kebijakan tanpa terikat pada blok kekuatan besar serta berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Tujuan utama kebijakan ini meliputi perlindungan kedaulatan negara, kepentingan nasional, pemeliharaan perdamaian dunia, dan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.
Dalam konteks modern, kebijakan luar negeri Indonesia juga menitikberatkan pada penguatan kerja sama ekonomi, diplomasi perdamaian, perlindungan warga negara di luar negeri, serta penguatan posisi Indonesia di kancah internasional.
Hal ini menjadi refleksi identitas nasional yang mengupayakan kemandirian, keamanan, dan kontribusi positif di tingkat global maupun lokal.
Salah satu implementasi kebijakan luar negeri tersebut terlihat pada pengembangan konsep Smart City di Kota Makassar, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia sekaligus pusat ekonomi kawasan timur. Dengan tingkat urbanisasi yang pesat, kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup warga menjadi semakin mendesak.
Smart City: Pendekatan Teknologi untuk Kota Berkelanjutan
Konsep Smart City memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menciptakan kota yang efisien, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di Makassar, Smart City dirancang untuk menjawab tantangan perkotaan seperti kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan air bersih.
Program ini mulai diterapkan di era pemerintahan Wali Kota Danny Pomanto sebagai sarana untuk meningkatkan layanan publik secara merata melalui kemajuan teknologi.
Sebagaimana diungkapkan oleh Jusuf Kalla pada peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) tahun 2015, keberhasilan implementasi Smart City memerlukan kebijakan yang terarah, kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, dan dukungan berbagai pihak. Dalam hal ini, kerja sama internasional menjadi salah satu faktor kunci.
Kerja Sama Internasional dalam Implementasi Smart City
Pemerintah Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama internasional untuk mendukung implementasi Smart City.
Salah satu contohnya adalah keterlibatan dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN), sebuah kerangka yang memfasilitasi pengembangan solusi kota cerdas dengan mempertimbangkan konteks lokal dan budaya setiap kota.
Kota Makassar, sebagai bagian dari ASCN, telah melaksanakan beberapa inisiatif strategis. Dalam periode 2016–2018, terdapat tujuh kerja sama luar negeri yang difokuskan pada pengembangan Smart City.
Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan Japan Association for Smart Cities in ASEAN (JASCA), yang menyediakan dukungan teknis dan investasi pada proyek-proyek Smart City di Makassar.
Inovasi dan Implementasi Teknologi di Makassar
Kerja sama dengan JASCA dan ASCN telah meningkatkan layanan publik di Makassar, termasuk:
1. Pengembangan Infrastruktur Kesehatan dan Keamanan
Implementasi sistem monitoring dan teknologi canggih untuk mendukung layanan publik.
2. Program Unggulan Lokal
Proyek seperti Home Care-Dottorotta dan Pakinta (Integrated and Digital Tax) telah meningkatkan efisiensi pelayanan masyarakat.
3. Smart City Conference
Sebagai tuan rumah, Makassar menjadi pusat kolaborasi antara pelaku usaha Jepang dan Indonesia, membuka peluang investasi baru.
Dengan dukungan kerja sama internasional, Makassar berhasil memposisikan diri sebagai pionir pengembangan Smart City di kawasan ASEAN. Program-program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga memperkuat posisi Makassar sebagai kota yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Penerapan konsep Smart City di Makassar menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia mampu mendukung inisiatif lokal melalui kolaborasi internasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra global adalah kunci untuk menciptakan kota yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan melanjutkan inovasi yang berorientasi pada teknologi, Makassar dapat menjadi model bagi pengembangan kota-kota lain di Indonesia. (*)
Penulis: Adinda Ainun Izmi dan Riyanti Tulak (Mahasiswi Universitas Bosowa)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.








