Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

KKLR Sulsel Soroti Tak Adanya Putra Luwu Raya di Jajaran Direksi Baru PT Vale

633
×

KKLR Sulsel Soroti Tak Adanya Putra Luwu Raya di Jajaran Direksi Baru PT Vale

Sebarkan artikel ini
KKLR Sulsel Soroti Tak Adanya Putra Luwu Raya di Jajaran Direksi Baru PT Vale
Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali.

MAKASSAR—Perombakan jajaran direksi dan dewan komisaris PT Vale Indonesia Tbk. dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (28/7/2025), menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali.

Dalam pernyataannya, Hasbi menyayangkan tidak adanya representasi putra daerah asal Luwu Raya dalam struktur kepemimpinan strategis PT Vale yang telah puluhan tahun beroperasi di wilayah tersebut.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Sejak Luwu masih satu kabupaten hingga kini terbagi menjadi empat daerah otonom, PT Vale telah menambang dan mengambil manfaat dari tanah ini. Tapi hingga sekarang, belum pernah ada satu pun putra daerah yang dipercaya menduduki posisi komisaris atau direksi,” tegas Hasbi, Jumat (1/8/2025) di Makassar.

Luwu Raya, yang mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo, merupakan lokasi utama operasi tambang nikel PT Vale. Namun, kontribusi sumber daya manusia (SDM) lokal di tingkat pengambilan keputusan strategis dinilai masih sangat minim, bahkan nyaris tak terdengar.

Dalam RUPSLB tersebut, Bernardus Irmanto resmi ditunjuk sebagai Presiden Direktur dan CEO menggantikan Febriany Eddy. Sementara itu, jajaran komisaris baru diisi oleh Fauzambi Syahrul Multhazar sebagai Presiden Komisaris, serta Katherine Angela Oendoen dan Shiro Imai. Heriyanto Agung Putra dipercaya sebagai Chief Human Capital Officer, dan Budiawansyah sebagai Direktur merangkap Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer.

Menurut Hasbi, idealnya perusahaan sebesar PT Vale memberi ruang kepada tokoh-tokoh lokal Luwu Raya untuk terlibat, minimal di posisi dewan komisaris.

“Kalau posisi direksi dianggap perlu kompetensi teknis tertentu, setidaknya ada kursi komisaris untuk Wija to Luwu yang punya kapasitas. Ini bukan sekadar soal jabatan, tapi penghargaan atas kontribusi daerah,” ujar Hasbi.

Ia juga menekankan pentingnya keadilan dan partisipasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Keterlibatan tokoh lokal dinilai akan menjadi simbol itikad baik sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat setempat.

Kendati menyampaikan kritik, Hasbi tetap memberikan ucapan selamat kepada para pejabat baru PT Vale. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Bernardus Irmanto, PT Vale mampu meningkatkan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di Luwu Raya.

“Kami ucapkan selamat kepada jajaran direksi dan komisaris yang baru. Semoga ke depan PT Vale tidak hanya memberi manfaat ekonomi nasional, tapi juga membangun hubungan yang lebih inklusif dengan masyarakat Luwu Raya sebagai tuan rumah,” pungkasnya.

Dalam pernyataannya usai RUPS, Bernardus Irmanto menegaskan komitmen PT Vale untuk melanjutkan praktik pertambangan terbaik, mendorong hilirisasi yang bertanggung jawab, serta menciptakan nilai bersama bagi bangsa Indonesia. Namun bagi warga Luwu Raya, pernyataan tersebut perlu dibarengi langkah nyata: hadirkan representasi lokal di level pengambil keputusan. (Cr/Ag4ys)

 

Citizen Reporter : Asri Tadda

error: Content is protected !!