Beranda » Bisnis » Kopi ‘Leluhur’ Sulsel, Bangga di Lidah Internasional
Bisnis

Kopi ‘Leluhur’ Sulsel, Bangga di Lidah Internasional

MAKASSAR – Segelas kopi mampu mempengaruhi mood seseorang. Bahkan ada yang merasa tak mampu menyerap dan menemukan inspirasi sebelum menyesap secangkir kopi. Karena itulah pencinta kopi dari seluruh belahan dunia bahkan banyak yang berkeliling ke sejumlah tempat untuk menemukan kopi ternikmat.

Sajian Kopi “Leluhur” di Stand Produk Unggulan Sulawesi Selatan dalam Bali Fashion, Craft and Tourism Expi 2017 memancing perhatian penikmat kopi.

Yah, wajar saja Sulawesi Selatan satu satunya stand yang menyajikan produk unggulan ini. Tentu saja tanpa mengesampingkan produk lain yang juga tidak ada duanya, seperti Cokelat Sulsel, Markisa, anyaman ‘Songkok To bone’ anyaman serat Lontar Takalar, perak kandawari dan produk sutra serta lagosi, karya perancang perancang ternama Sulsel.

Kita kembali ke Kopi Leluhur, Kopi yang sudah di produksi dalam bentuk green bean sejak tahun 1993 dan dalam bentuk bubuk sejak tahun 2009.

Diproduksi dengan tiga varian, kopi Arabica dengan rasa yang kuat, Rasa asam dan menampilkan ciri khas rasa buah, cocok untuk penikmat kopi.

Kopi Robusta dengan rasa pahit seperti muncul rasa kacang bila di sangrai ada di level medium, dan Kopi blend yang lebih ringan, dan aman untuk lambung.

Tapi apa benar kopi sulsel ini siap mendunia? Bule-bule suka kopinya, dipasar Nasional kita sudah tidak diragukan, Waktu menteri dlm negeri minum kopi leluhur sampe dua kali nambah borong kopi leluhur.

Ada Anggota dewan di jakarta jadikan kopi leluhur untuk sovenir untuk para menteri di pernikahan anaknya.

“Jangan dibilang untuk pameran, pernah kita menjual kopi cup sampai lebih dari 800 gelas perhari,” singkat Ade Sri Rahayu, pengusaha Kopi Leluhur, di Expo Bali, Jumat (1/12/2017).

Kopi ini diolah 100 persen produk Sulawesi Selatan, mulai dari Toraja dan Enrekang, Bantaeng, Sinjai, Bone, Malakaji, dan Bulukumba.

Pihak Dinas Perindustrian Sulsel sendiri berani memboyong Kopi Leluhur untuk Uji pasar internasional di Bali, karena yakin produk sulsel selalu mampu bersaing.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengatakan, Kopi Leluhur Sulsel setelah melalui proses yang panjang, termasuk mengikut sertakan kopi Leluhur dalam event ini, dipersiapkan untuk menyambut event Internasional Coffe Day, yang akan dipusatkan di Sulsel 2018 mendatang.

Yang penasaran dan ingin membuktikan Sulsel punya kopi terbaik, boleh ke pusat produksi di KIMA 8 No 5 Daya Makassar. (fit/shar)