LDII Ikuti Workshop Roadmap Pengembangan Umat Islam

 

MAKASSAR – Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan workshop uji draft final roadmap pengembangan Umat Islam bekerjasama dengan Balai Litbang Agama Kota Makassar di Hotel Aryaduta, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/12/2017).

Adapun draft roadmap yang dibahas antara lain pengembangan dakwah, sosial, dan budaya umat Islam. Selain itu, juga dibahas roadmap pengembangan umat Islam bidang lingkungan hidup, roadmap pengembangan politik kebangsaan umat Islam, dan roadmap pengembangan ekonomi umat Islam.

BACA JUGA : Orang Inilah Yang Pertama Kali Mendengar Tiupan Terompet Sagkakala

Hadir Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Haji, Umrah, dan Produk Halal Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama Dra Anik Farida MHum dan Kepala Balitbang Agama Kota Makassar Dr Hamzah Harun Al Rasyid MA.

Adapun pemateri antara lain Dosen UIN Sunan Gunung Djadi Bandung Dr Aep Saepulloh MSi, Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy, Dr Muhammad Hasanuddin, dan Sofyan SAg MM.

Hadir antara lain perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Balai Litbang Agama Kota Makassar, Kemenag Kota Makassar, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar, UIN Alauddin, Universitas Islam Makassar, Lembaga Menara Islam, Dewan Masjid Indonesia, Yayasan Sultan Hasanuddin, PW DDI, Muslimat NU, Muhammadiyah Sulawesi Selatan, As’adiyah Sulawesi Selatan, Darul Hikam Bandung, LSM Wahana Lingkungan Hidup, Fatayat NU Sulawesi Selatan, dan Universitas Muslim Indonesia.

Menurut Dosen UIN Sunan Gunung Djadi Bandung Dr Aep Saepulloh MSi, tantangan dakwah masa kini adalah berkembangnya propaganda terhadap umat Islam melalui media massa. “Akibatnya, banyak yang takut dan antipati pada ajaran Islam,” katanya.

Pada era globalisasi saat ini, dunia terasa tidak luas lagi dan kehidupan manusia antar negara menjadi transparan. Akibatnya, muncul nilai-nilai baru yang dapat memengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Terjadi tarik menarik antara nilai-nilai ajaran agama dengan nilai-nilai baru yang belum tentu sesuai ajaran Islam. Hal ini menuntut kegiatan dakwah yang lebih intens. Demikianlah tantangan dakwah masa ini. (*/shar)

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register