JAKARTA—Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur. Forum lima tahunan ini menjadi agenda tertinggi organisasi untuk memilih Ketua Umum DPP LDII periode lima tahun ke depan sekaligus merumuskan arah organisasi.
Munas X mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”. Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Menteri Haji dan Umrah KH Mochamad Irfan Yusuf, anggota DPR RI, Wali Kota Jakarta Timur, dan undangan lainnya.
Pelaksanaan Munas dilakukan secara hybrid. Peserta utama dan peninjau hadir langsung di lokasi, sementara peserta lain mengikuti secara daring melalui studio mini DPW dan DPD di seluruh Indonesia.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro SSos MIKom, mengatakan Munas menjadi bagian dari upaya menjaga dinamika organisasi.
“Munas adalah salah satu strategi agar organisasi ini terus bisa berkontribusi, berkarya, dan berkomunikasi dengan semua pihak. Ini menjadi alat pengungkit agar LDII semakin berkiprah, baik untuk keumatan maupun kebangsaan,” ujarnya dari lokasi acara.
Ia menyebut Munas juga menjadi ruang konsolidasi untuk melahirkan keputusan penting bagi organisasi.
Salah satu agenda utama dalam Munas X adalah pemilihan ketua umum baru yang akan menentukan arah kepemimpinan LDII ke depan.
“Kita berharap akan hadir pemimpin yang mampu membawa LDII semakin dikenal, berwibawa, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa,” katanya.
Asdar menambahkan, kepemimpinan yang dihasilkan diharapkan mampu menggerakkan tiga pilar organisasi, yakni karya, kontribusi, dan komunikasi.
Ia juga mengungkapkan partisipasi daerah dalam Munas cukup luas. Dari Sulawesi Selatan, perwakilan dari 22 DPD yang mencakup hampir seluruh kabupaten turut ambil bagian, baik secara langsung maupun daring.
“Partisipasi dari berbagai daerah menjadi bukti kuatnya konsolidasi internal LDII,” jelasnya.
Melalui Munas ini, LDII menegaskan posisinya tidak hanya pada dakwah keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan sumber daya manusia yang profesional dan religius.
Forum ini diharapkan menghasilkan keputusan yang relevan bagi organisasi serta memberi dampak bagi masyarakat luas. (*)













